Vien NH Kehadiranmu adalah misteri Setiap malam buatku bergidik Selalu mengganggu sesuka hatimu Kedatanganmu adalah mimpi buruk Ketika mataku terpejam Kau selalu mengganggu alam bawah sadarku Kau sebenarnya apa? Wujudmu pun aku tak tahu Apa lagi wajahmu Jember, 21 September 2020
Vien NH Kau bagai mentari pagi Hadirmu menumbuhkan semangat Kau bagaikan hujan di musim kemarau Selalu menyejukkan hati Dan kesetiaanmu sepertihalnya merpati Benar-benar nyata sampai saat ini Sungguh, aku tak menyangka Kenapa kita menjadi seperti ini Menjadi sedekat ini Padahal hati kita sempat me
Vien NH Sandal lusuh tak berupa Kau adalah saksi perjuangan Selalu menemani ke manapun pergi Meski suka kotor-kotoran Kau adalah jejak-jejak langkah Sumber inspirasi orang-orang kecil Meski di injak tetap kuat Menanggung segala beban yang ada Meski tertindas tapi masih setegar karang Sandal Kau
Vien NH Alam mulai menua Manusia kian membabi buta dengan segala egonya Hidup seenaknya saja Tanpa memikirkan kejadian yang ada Perpecahan kian meluas Manusia-manusia menjadi bringas Kata-katanya memanas Ego tertuntaskan Wajah-wajah terpuaskan Jember, 17 September 2020
Vien NH Kita adalah nama dua huruf yang sama Sejak Tuhan mempertemukan kita Kurasa hati semakin di dekatkan oleh-Nya Saling nyaman ketika bersama Kita adalah dua hati yang sama Saling memberi harapan Namun sama-sama melepaskan Lalu sepercik harapan itu mengudara Ambyar di kehidupan fana Hingga ka
Vien NH S_esak menyeruak di dalam dada E_mpati kita sama, sebab kita mempunyai perasaan yang serupa P_erpisahan membuat hati gusar tak karuan T_etapi, harus bagaimana lagi bila takdir sudah berkehendak? E_nggan tuk menerima, tetapi harus berlapang dada M_asygul kian menggelegar di taman hati, tak
Vien NH Adakah kata merdeka saat ini? Di saat manusia telah lengah Dan lelah atas kekacauan dunia Pasrah bukan berarti menyerah Melawan adalah rasa percaya diri Bahwa kita wajib merdeka kedua kalinya Dari pandemi yang meresahkan jiwa Pandemi adalah penjajah Kapan saja bisa melayangkan nyawa Dan
Vien NH Tentang kehidupan Apakah harus memperebutkan kebenaran daripada kesalahan? Adakah hal lain yang lebih penting daripada itu? Padahal, tak selamanya kebenaran berlabuh dalam diri insan Kebenaran memang tak selalu benar Dan kejujuran adalah salah satu kunci Begitu juga dengan kebohongan Kapan
Vien NH Tanah air tengah berduka Manusia telah diuji keimanannya Dan segalanya tentang kehidupan di dunia Entah ini kabar duka ataukah bahagia Di sisi lain ada yang mengatakan berkah Namun, ada juga yang mengatakan musibah Hanya doa yang terus terlantunkan di setiap sujud para pemeluk-Nya Berhar
Vien NH Alam mulai menua Sudah lelah merasakan semua kejadian yang ada Manusia kian membabi buta dengan segala egonya Hidup seenaknya saja tanpa memikirkan sanak saudara Perpecahan kian meluas Manusia-manusia menjadi bringas Bumi kian menjadi panas Dan semua bubar menjadi ambyar Jember, 13 Septe
Vien NH Saat memasuki pantai Angin sepoi menyapa dengan lembut Menjamah kulit sampai terasa silirnya Suara debur ombak menggelegar Bulir demi bulir air menempel kulit Semakin menyejukkan raga Senja hadir menyapa Begitu indah kehadirannya Seluruh mata-mata mengagumi keelokannya Hati kian tenang be
monto12 oke. Terima kasih kak, atas perbaikannya😊 Kalau menurutku, baris ke satu kurang ngena kak bila dipenggal menjadi 2 baris. Bacanya gimana ya, kurang enak aja sih menurutku. Heheee. Baris ke 3 dan 4 juga sepertinya kurang pas kalau dibuat seperti itu. Kan di atas pada bait ke 1 sudah ada...
Ya harus di kritik dong😁 Kan aku post di sini biar ada yang kritik dan saran kak😁👍. . . . Monotonnya seperti apa ya kak? Boleh nggak kakak jelasin lebih detail sedikit gitu, mungkin sebait bisa buatku paham. Heheee. Misal gini ya, dalam pesannya ; Kalau sedih, berarti harus bisa mencari ...
Vien NH 1/ Perempuan kecil itu kini telah dewasa Dipertemukan dengan masalah demi masalah dalam hidupnya Namun, ia tetap tegar seperti halnya karang di lautan Bertahan walau hampir saja tumbang 2/ Tatkala ia bertenggar pada saung Menghempaskan tubuhnya pada pelukan gubuk Memejamkan mata dan menik
Terima kasih kak😊🙏. Tapi, puisiku masih alakadarnya, belum bagus-bagus amat. Hehehee😁. Mungkin kakak mau ngasih kritik dan saran. Monggo, silakan kak. Dengan senang hati kuterima kritikannya😊. Soalnya aku masih newbi, jadi butuh kritikan pedas😁👍.
Sekarang begini kak. Ini saya copaskan puisi ku di atas, coba tolong kakak perbaiki ya, biar aku lebih paham atas kesalahanku di mana dan dibaris yang mana. Heheheee🙏😊 . . . saku perlahan mati suri Semangat meredam suram Semua yang kulakukan terasa tiada guna Hidup penuh dengan nestapa Aku ...