Terima dan hormati dulu deh kekalahan di PTUN, baru bicarakan soal Amdal. Kalah gugatan kok malah maksa gugat lagi. Lagipula warga terdampak reklamasi mana pernah diajak dialog sama Pemprov DKI, bedalah sama warga Fatmawati yang terdampak proyek MRT walaupun negosiasi harga lahan setinggi langit...
Dialognya kagak bagus banget, ini mah intimidasi namanya. Masih ada warga Bukit Duri yang sedang melakukan gugatan class action dan mereka sudah mencurahkan ide dalam pikiran mereka untuk merancang kehidupan baru di sana lebih dari sekadar "pindah ke rusun sewa". Ingat awal dari fasisme a
dr dulu bukannya gusuran terjadi klo bangunan gk sesuai perutukan tanah? klo sesuai tpi IMB blm ada pasti cm disegel, daerah binus bnyk tuh kos2an ada papan merah "blm ada IMB" cm disegel.. standar ganda? nah izin prinsip pulau G dan izin pelaksanaan pulau laen bukan ahok toh? kok situ b
ni bocah-bocah mending belajar yang pinter biar wawasan yang luas ga kaya sapi di congor Bocah2 nimba ilmu di negeri, di subsidi negeri belom jadi orang aja negeri sendiri di lawan. apa hubungan reklamasi dgn kuliahmu le...apakah ngerugiin kuliahmu??? Sok sok mau jd poli Tikus.... kenapa pulau G a
Masih ada yang ngarep sama koalisi PDIP ya? Padahal sudah beberapa kali framing berita di media massa untuk giring opini ini-itu. Kalau memang didukung oleh jutaan orang (konon ada bukti sejuta KTP), jangan terlalu bergantung lah sama orang lain. Hargai juga keputusan partai lain, kenyataannya kan
Kocak sih kronologi 'konferensi pers' Luhut yang katanya terbuka untuk mahasiswa. Pertama di gedung Kemenko Maritim, diundur, terus pindah ke ESDM. Intinya ya pertemuan ini ya untuk memuluskan proyek sesuai janji Jokowi kepada Ahok ketika dia merengek minta penghentian reklamasi diatasi.
BEM UI? BEM Kampoes? Oeroes skripsi ataoe thesisnja doeloe sadja biar tjepat selesai toegasnja Setelah itoe djadilah politikoes dan benahi permasalaha jang ada dengan sekongkrit-kongkritnja Terima kasih atas sarannja Gimana mau maju kalau mahasiswa kuliah cuma disuruh bikin skripsi atau tesis. Lu t
logika cabul bin ngawur. kok malah disamain sama hamilin anak orang. Itu analogi namanya. masa begitu aja kagak paham?
Konon kata pendukung Ahok lebih baik pihak oposisi mencari calon penantang Ahok di Pilgub DKI 2017. Ketika pihak oposisi mencari bakal calon yang mumpuni, malah diserang rame-rame dan dicari-cari kesalahan masa lalu bakal calon tersebut. Masih ingat 'kan ketika Ridwan Kamil, Risma, Marco, dan Sand
i heard that already... dr dlu gip jg uda kasih data soal itu kok, the problem is, kongkalikong gmn ? 1. stau ane, proses pembangunan pulau G uda dihentiin, yep gk dirusakin krn udah IMB blm terbit tpi msih sesuai sama peruntukan lahan. jadi pemprov jg gk bs lngsung gusur. 2. dr smua ijin, setau an
mantap. bole dibeberin data nya di sini? Kronologi Reklamasi 17 Pulau di Teluk Jakarta (1995-2016) Ngomong pakai fakta dan bukti. Kalo cuma asbun, anak kecil jg bisa Fakta 1. Foke beri izin pelaksanaan reklamasi Pulau C dan D. Fakta 2. Pemprov DKI kalah di PTUN atas gugatan Pulau G oleh nelaya
Sudah menang telak di PTUN. Tapi ada tuh pejabat yang secara terang-terangan menabrak hukum dan tetap ngotot melanjutkan proyek. Sederhananya begini: kalau Luhut dijadikan Menko Maritim untuk lancarkn reklamasi, berarti jelas Jokowi punya kepentingan dengan para taipan properti. Sepertinya lu m...
Urusan reklamasi disederhanakan jadi soal "pakai kontribusi" dan "tidak pakai kontribusi". Padahal di balik itu semua ada kongkalikong yang jauh lebih mengerikan, ada banyak kebohongan yang diumbar, dan banyak pelanggaran hukum yang dilakukan sendiri oleh pihak yang gembar-gembo
Sudah gue duga, pasti Pak Alan diserang pribadinya, gaka da yang sanggup pahami substansinya. Padahal di PTUN kalah telak perizinannya.
Kongkalikong sejelas itu masa tidak terlihat, Pak? Ahok sendiri kan yang ngadu ke Jokowi untuk melanjutkan proyek reklamasi, lantas Jokowi mengocok ulang kabinetnya, kemudian Luhut masuk di kementrian yang paling strategis yang dekat dengan kepentingan proyek. Sesederhana itu masa tidak nampak, Pa
Salut dengan Pak Muslim karena beliau konsisten menolak reklamasi karena berbagai hasil penelitiannya, termasuk dengan Alan Koropitan. Beberapa bulan yang lalu gue sempat bertemu dengannya di Goethe-Institut.