Di jkt itu asal orang niat kerja dan ga milih2 pasti dapat penghasilan, bahkan pengemis pun bisa mengumpulkan uang jutaan, juga nasbung yg dapat uang dari nyebarkan berita hoaks. Pernyataan anis jelas untuk menutupi ketidakmampuannya mengatasi banjir dan macet jkt.
Kebencian rasial dan diskriminasi yang sdh dipupuk dari kecil di keluarga nasbung, memang sulit dihilangkan bahkan mereka menggunakan agama sbg pembenaran tindakan mereka. Lihat saja buktinya dimari, sudah jelas bani cepirit 212 dibentuk utk kepentingan politik, tapi masih ada aja yg menganggap utk
Orang jepang aja minta maaf ama jkw, sementara disini nasbung dgn entengnya menghina jkw presidennya sendiri.
Mau takut dan resah sampe nyungsep juga, bani cepirit 212 ga bakal bisa mencegah ahok masuk ke dunia politik lagi bahkan jadi wapres sekalipun.
Kira2 polkis bakal bingung ga ya kalau periksa anis yang jawabannya pasti muter2. Atau ini akhir dari petualangan anis yg kemana2 selalu bawa senjata 'retorika' nya.
Akhirnya keadilan berpihak kepada orang yang patuh hukum, dibandingkan dengan orang yang tidak taat hukum, pengecut, kabur keluar negri dan terusir dari negaranya sendiri.
Horee... keadilan masih ada di indo, pk ahok sudah diterima. Ahok akan memasuki gelanggang politik lagi, para koruptor siap2 masuk hotel prodeo.
Kalau seorang gubernur boleh merubah peraturan seenaknya, maka bisa digunakan untuk kepentingan kelompoknya. Untuk itulah harus diselidiki tuntas latar belakang dari penutupan jalan utk pkl tanah abang tsb.
Terbukti nasbung pada kelojotan melihat ahok pk, terlihat dari analisa yg dipost dimari. Berarti ahok masih mempunyai kekuatan politik dan menunggu saat yg tepat. Berita si fisang thegang langsung ketutup sama berita ahok.
Ini membuktikan ahok masih mempunyai bargaining politik yang tinggi, baru pk saja musuh2 nya pada belingsatan.
Suara ahok di pilkada dki 42% dan konsisten selama 2 putaran jadi memang pendukung fanatik ahok. Ditambah dengan suara jokowi maka sudah pasti total suara jokowi-ahok diatas 50%.
cie...cie...muji diri sendiri nih ye, kalau mau baik di kamar sendiri lah, jangan di forum publik ... malu2in.
Ternyata sama saja akhirnya digusur juga, cuma diperhalus pakai istilah direlokasi. Bedanya yg ini gusurnya satu persatu jadi pada ga berani protes.
Para pkl jangan senang dulu, katanya nanti akan ada pkl dengan dana besar mengambil alih, tetap saja yang namanya rakyat kecil dimana2 akan ditendang terus, bahkan oleh kaumnya sendiri.
Kali ini kena batunya dia, mau nyalahin jkw-ahok sbg perintis proyek MRT-LRT, malah di skakmat sampai bengong oleh kontraktor. Padahal kalo jaman ahok, ada kontraktor berani melawan, akan dikejar terus sampai nyungsep.
Mulai kelihatan ada yang salah dengan cara berpikir duo asu, sehingga para pkl yang akan dibela justru menolaknya, mereka cukup peka mencium aroma akal bulus dibelakangnya.