"Maafkan sikapku. Tetapi tampaknya kau memberikan pedang Masamune-mu kepada Gopek dan saat ini aku melihat Falchion blade dari Eropa abad pertengahan di tanganmu. Apa kau pikir itu cukup untuk mengalahkanku?" "Mengapa kau tak kemari saja dan mencobanya Risky?" Udineses berkata
"Hentikan sikap sopanmu yang sok itu Risky. Kau bukan lagi kalangan bangsawan sejak kau bergabung dengan Ed!" Udineses membalas. "Maafkan sikapku. Tetapi tampaknya kau memberikan pedang Masamune-mu kepada Gopek dan saat ini aku melihat Falchion blade dari Eropa abad pertengahan di
"Suatu kehormatan dapat bertarung denganmu Udin." Kata Risky seraya membungkuk. "Hentikan sikap sopanmu yang sok itu Risky. Kau bukan lagi kalangan bangsawan sejak kau bergabung dengan Ed!" Udineses membalas.
Halaman belakang Ed's Castle.... Udineses Vs Risky "Suatu kehormatan dapat bertarung denganmu Udin." Kata Risky seraya membungkuk.
"Ah tentu saja tidak. Aku yakin kau pasti bisa mengatasi peace keeper itu pek. Tapi,apa kau yakin meninggalkan teman-temanmu diluar sana?" Kata Ed membalas. Halaman belakang Ed's Castle.... Udineses Vs Risky
"Kau pikir makhluk semacam Enoch bisa menghentikanku untuk membunuhmu Ed? Naif sekali." "Ah tentu saja tidak. Aku yakin kau pasti bisa mengatasi peace keeper itu pek. Tapi,apa kau yakin meninggalkan teman-temanmu diluar sana?" Kata Ed membalas.
Cih... Melihat wajahnya saja sudah membuatku jijik. Apalagi harus mendengarkan ia berbicara dengan nada mencemoohnya itu. "Kau pikir makhluk semacam Enoch bisa menghentikanku untuk membunuhmu Ed? Naif sekali."
"Selamat datang Gopek!! Kau suka dengan sambutanku?" Cih... Melihat wajahnya saja sudah membuatku jijik. Apalagi harus mendengarkan ia berbicara dengan nada mencemoohnya itu.
mendapati Ed duduk disinggasana tersebut dengan menyilangkan kaki. "Selamat datang Gopek!! Kau suka dengan sambutanku?"
ditengah ruangan ini aku melihat ada sebuah singgasana yang terbuat dari kristal biru pula dan mendapati Ed duduk disinggasana tersebut dengan menyilangkan kaki.
memasuki sebuah ruangan yang terbuat dari kristal biru aneh. ditengah ruangan ini aku melihat ada sebuah singgasana yang terbuat dari kristal biru pula dan
Sesampainya dilantai 4,aku melihat sebuah pintu besar dan tanpa ragu-ragu aku menendang pintu tersebut dan memasuki sebuah ruangan yang terbuat dari kristal biru aneh.
aku berlari menuju lantai teratas kastil ini. Yaitu lantai 4,tempat Ed berada. Sesampainya dilantai 4,aku melihat sebuah pintu besar dan tanpa ragu-ragu aku menendang pintu tersebut dan
Lantai 3 ini menjadi hening dan tanpa membuang waktu lagi, aku berlari menuju lantai teratas kastil ini. Yaitu lantai 4,tempat Ed berada.
Sesaat kemudian aku melihat tubuhnya berubah menjadi asap hitam dan lenyap begitu saja. Lantai 3 ini menjadi hening dan tanpa membuang waktu lagi,
Kemudian makhluk tersebut menjerit keras dengan suara aneh seperti gabungan suara-suara jiwa yang tak tertolong dari neraka. Sesaat kemudian aku melihat tubuhnya berubah menjadi asap hitam dan lenyap begitu saja.
Langsung saja aku menusukkan pedang Elucidator-ku kearah kedua matanya. Kemudian makhluk tersebut menjerit keras dengan suara aneh seperti gabungan suara-suara jiwa yang tak tertolong dari neraka.
Aku tak akan membuang waktuku lagi. Langsung saja aku menusukkan pedang Elucidator-ku kearah kedua matanya.
Dan kemudian inilah hasilnya. Enoch salah satu dari peace keeper pasukan malaikat Xhapania bertekuk lutut tak bisa bergerak dihadapanku. Aku tak akan membuang waktuku lagi.