Ekspresi kepuasan yang menjijikkan di wajahnya menunjukkan bahwa ia benar-benar menikmati penderitaan orang lain.
"HAHAHAHAHHAHAHAHA" Makhluk itu menebas-nebas tubuh Kanna yang sudah terluka tanpa ampun dan tanpa henti.
"Mari kita mulai hehehehe... Akan kumulai dengan merusak tubuhmu yang indah ini." JRASSS.....JRASSS.......JRASSS......JRASSS.....
"AAAKKKKKHHHHH" Teriakan kesakitan Kanna menggema diseluruh lantai ini. "Mari kita mulai hehehehe... Akan kumulai dengan merusak tubuhmu yang indah ini."
"Nah sekarang... Aku ingin melihat ekspresi kesakitan wajah orang yang dicintai Adolf ini." Ia berkata seraya mencabut pedang Sacrifar yang menancap diperut Kanna. "AAAKKKKKHHHHH" Teriakan kesakitan Kanna menggema diseluruh lantai ini.
dan juga raut wajah serta bercak hitam bermunculan di wajahnya membuat wajahnya bertambah seram. "Nah sekarang... Aku ingin melihat ekspresi kesakitan wajah orang yang dicintai Adolf ini." Ia berkata seraya mencabut pedang Sacrifar yang menancap diperut Kanna.
Kanna tak menanggapi perkataannya. Tetapi ini aneh sekali. Suara makhluk yang berada di tubuh Adolf ini terdengar seperti kumpulan suara yang sangat banyak menjadi satu.
"dan tentu saja kami bisa keluar setelah Adolf kehilangan kesadarannya. Bukankah ini menakjubkan? Hyahahahahaa!" Kanna tak menanggapi perkataannya. Tetapi ini aneh sekali.
"Kami adalah jiwa-jiwa jahat yang bersemayam dalam pedang Sacrifar yang sedang menancap di perutmu itu" "dan tentu saja kami bisa keluar setelah Adolf kehilangan kesadarannya. Bukankah ini menakjubkan? Hyahahahahaa!"
"Kami adalah jiwa-jiwa jahat yang bersemayam dalam pedang Sacrifar yang sedang menancap di perutmu itu"
belum berhenti mas brader lagi berusaha saja untuk berhenti :malus saya kira dari trit barusan,anda sudah berhenti :siapgan kalau begitu hajar saja permen karet komandan :siapgan