Sesampainya aku dilantai 2 namun masih berdiri ditangga tersebut, aku melihat Adolf namun dengan tampilan wajah yang aneh hendak menusuk Kanna yang sudah tergeletak berlumuran darah.
Saat ini di lantai 3 menuju lantai 2,samar-samar aku mendengar teriakan keras yang menggema. Aku semakin mempercepat laju lariku menuju arah teriakan tersebut.
Aku tetap berlari menuruni tangga dari lantai 4 tempat Ed berada dengan perasaan tak karuan. Saat ini di lantai 3 menuju lantai 2,samar-samar aku mendengar teriakan keras yang menggema.
Namun saat ini entah kenapa hanya Kanna yang ada dalam pikiranku. Aku tetap berlari menuruni tangga dari lantai 4 tempat Ed berada dengan perasaan tak karuan.
Semoga Kanna baik-baik saja dan sudah mengalahkan Adolf beserta Risky. Namun saat ini entah kenapa hanya Kanna yang ada dalam pikiranku.
***** Akkkhhh.. perasaanku benar-benar tak enak. Semoga Kanna baik-baik saja dan sudah mengalahkan Adolf beserta Risky.
Makhluk itu mengangkat pedang Sacrifar-nya tinggi-tinggi dan mengarahkannya tepat kearah jantung Kanna berada. TRAANNNNGGGGG......
"Tenang saja. Aku tak akan memenggal kepalamu. Aku hanya akan menusuk tepat dijantungmu agar tubuhmu tetap utuh." Makhluk itu mengangkat pedang Sacrifar-nya tinggi-tinggi dan mengarahkannya tepat kearah jantung Kanna berada.
"Ah.. dear.. sudah saatnya. Biasanya aku juga akan menguliti wajah korban. Tapi tampaknya ini sudah cukup untukmu. Aku akan membunuhmu sekarang." Kata makhluk tersebut dengan senyuman menyeramkannya. "Tenang saja. Aku tak akan memenggal kepalamu. Aku hanya akan menusuk tepat dijant
Tentu saja ia juga menikmati teriakan kesakitan Kanna yang malah menjadi penyemangat bagi dirinya. "Ah.. dear.. sudah saatnya. Biasanya aku juga akan menguliti wajah korban. Tapi tampaknya ini sudah cukup untukmu. Aku akan membunuhmu sekarang." Kata makhluk tersebut dengan senyuman meny
rongga kedua mata orang yang disiksanya telihat kosong dan mengeluarkan darah. Tentu saja ia juga menikmati teriakan kesakitan Kanna yang malah menjadi penyemangat bagi dirinya.
Ia tersenyum puas melihat hasil yang telah dilakukannya yaitu melihat............ rongga kedua mata orang yang disiksanya telihat kosong dan mengeluarkan darah.
Kemudian dengan sigap ia melakukan hal yang sama terhadap bola mata yang satu lagi. Ia tersenyum puas melihat hasil yang telah dilakukannya yaitu melihat............
Lalu ia menggunakan jari telunjuknya untuk menahan rongga mata tersebut sehingga bola matanya dapat keluar dengan sempurna. Kemudian dengan sigap ia melakukan hal yang sama terhadap bola mata yang satu lagi.
Dengan perlahan semakin....semakin....semakin dalam. Lalu ia menggunakan jari telunjuknya untuk menahan rongga mata tersebut sehingga bola matanya dapat keluar dengan sempurna.
Makhluk tersebut menusukkan sedikit ujung pedangnya tepat dititik hitam bola mata Kanna. Dengan perlahan semakin....semakin....semakin dalam.
"Ah... Shall we begin with your pretty eyes? Hyahhahahahaha!!" Makhluk tersebut menusukkan sedikit ujung pedangnya tepat dititik hitam bola mata Kanna.