"Kanna! Tidak! Tidak!!! Jangan tinggalkan aku seperti Mas Ren! Jangan! Bertahanlah Kanna. Kakakku. Kau satu-satunya keluarga yang kupunya saat ini. tak ada yang lain. Kumohon jangan." Kupeluk kepalanya yang masih dipangkuanku sambil menangis keras tak rela apabila kematian akan menjempu
"Dan setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat kembali air mata tulusmu itu. Tapi saat ini aku tak bisa membujukmu untuk berhenti menangis karena tubuhku sudah tak mau mendengarkanku." Kata Kanna melanjutkan. "Kanna! Tidak! Tidak!!! Jangan tinggalkan aku seperti Mas Ren! Jangan
"Gopek... Aku sudah tak kuat. Luka-lukaku cukup parah. dan maaf aku tak bisa melihat wajahmu dan menghiburmu saat ini karena kedua bola mataku sudah tak ada." "Dan setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat kembali air mata tulusmu itu. Tapi saat ini aku tak bisa membujukmu unt
Namun saat ini rasanya begitu menyesakkan. Aku tidak suka rasa ini. "Gopek... Aku sudah tak kuat. Luka-lukaku cukup parah. dan maaf aku tak bisa melihat wajahmu dan menghiburmu saat ini karena kedua bola mataku sudah tak ada."
Bertahun-tahun aku tak bisa merasakan kesedihan dan bertahun-tahun pula aku tak pernah lagi mengeluarkan air mata. Namun saat ini rasanya begitu menyesakkan. Aku tidak suka rasa ini.
Tangisku semakin hebat ketika berbicara dengannya. Jadi ini yang dinamakan kesedihan. Bertahun-tahun aku tak bisa merasakan kesedihan dan bertahun-tahun pula aku tak pernah lagi mengeluarkan air mata.
"Iya Kanna. Ini aku. Kau baik-baik saja bukan? Kau tidak akan mati saat ini juga kan?" Tangisku semakin hebat ketika berbicara dengannya. Jadi ini yang dinamakan kesedihan.
"Siapa itu? Apa itu kau Gopek?" Kanna mencoba berbicara. "Iya Kanna. Ini aku. Kau baik-baik saja bukan? Kau tidak akan mati saat ini juga kan?"
yang kulihat hanya tubuh yang berlumuran darah serta wajah tanpa bola mata. "Siapa itu? Apa itu kau Gopek?" Kanna mencoba berbicara.
Melihatnya yang biasanya cantik,ceria dan kadang juga kejam. Namun saat ini........ yang kulihat hanya tubuh yang berlumuran darah serta wajah tanpa bola mata.
Kenapa Kanna yang harus mengalami penyiksaan seperti ini? Melihatnya yang biasanya cantik,ceria dan kadang juga kejam. Namun saat ini........
Seketika itu juga aku merasakan air mata membasahi wajahku karena kesedihan yang sudah tak terbendung lagi. Rasanya sakit dan sesak sekali.
Kududuk disampingnya dan meletakkan kepalanya dipangkuanku. Seketika itu juga aku merasakan air mata membasahi wajahku karena kesedihan yang sudah tak terbendung lagi.
Aku langsung berbalik meninggalkan mayat tersebut dan berjalan kearah tubuh Kanna yang masih terbaring. Kududuk disampingnya dan meletakkan kepalanya dipangkuanku.
Pastinya jiwa-jiwa itu tak akan bisa bangkit pula apabila tubuh dan kepala Adolf sudah terpisah seperti ini. Aku langsung berbalik meninggalkan mayat tersebut dan berjalan kearah tubuh Kanna yang masih terbaring.
Pastinya jiwa-jiwa itu tak akan bisa bangkit pula apabila tubuh dan kepala Adolf sudah terpisah seperti ini.
Tentu saja ia bukan lawan yang sepadan untukku. Bahkan kemampuan peacekeeper semacam Enoch jauh lebih baik dibandingkan dirinya. Tampaknya jiwa-jiwa kegelapan dari pedang yang dimiliki Adolf akan merasuki tubuhnya apabila Adolf kehilangan kesadaran.
Kepalanya terjatuh begitu saja setelah terlepas dari tubuhnya. Tentu saja ia bukan lawan yang sepadan untukku. Bahkan kemampuan peacekeeper semacam Enoch jauh lebih baik dibandingkan dirinya.
Tampak ia tak bisa bergerak bebas dan langsung saja ku tebas lehernya untuk memenggal kepalanya. Kepalanya terjatuh begitu saja setelah terlepas dari tubuhnya.