Ditambah dengan kematian Kanna tepat dipangkuanku saat ini. Semakin membuat amarahku tak tertahankan lagi.
Aku tak akan memaafkan Ed dan Fallen Angel bernama Xhapania itu. Ditambah dengan kematian Kanna tepat dipangkuanku saat ini.
Aku tak tahu apakah Ocong dan Alfonso masih hidup atau tidak. Tetapi yang jelas..... Aku tak akan memaafkan Ed dan Fallen Angel bernama Xhapania itu.
Mas Ren.Dinna,Ebipo,Tante Radheka,Pak Lamberianto! MEREKA SEMUA SUDAH MATI DAN MENDERITA KARENA ED DAN XHAPANIA! Aku tak tahu apakah Ocong dan Alfonso masih hidup atau tidak. Tetapi yang jelas.....
DAN JUGA KEMATIAN ORANG-ORANG DISEKITARKU YANG BERHARGA! Mas Ren.Dinna,Ebipo,Tante Radheka,Pak Lamberianto! MEREKA SEMUA SUDAH MATI DAN MENDERITA KARENA ED DAN XHAPANIA!
DIMULAI DARI HILANGNYA KEDUA GINJALKU DAN KEDUA BOLA MATAKU DULU! DAN JUGA KEMATIAN ORANG-ORANG DISEKITARKU YANG BERHARGA!
MEREKA BERDUA YANG TELAH MEMBUATKU SEPERTI INI! MEREKA BERDUA YANG TELAH MERUSAK KEHIDUPAN ORANG LAIN!
...................................... ...................................... ...................................... ...................................... BUKAN!
Ini salahku! Ya! Ini salahku!........... ...................................... ...................................... ...................................... ......................................
Mengapa aku terlambat untuk menolongnya dan mengapa pula aku tak melawan Adolf bersamanya. Ini salahku! Ya! Ini salahku!...........
aku hanya bisa menangis meraung-raung menyesesali betapa terlambatnya aku. Mengapa aku terlambat untuk menolongnya dan mengapa pula aku tak melawan Adolf bersamanya.
Kanna sudah menghembuskan nafas terakhirnya dan........... aku hanya bisa menangis meraung-raung menyesesali betapa terlambatnya aku.
Namun itu sia-sia karena saat itu juga......... Kanna sudah menghembuskan nafas terakhirnya dan...........
"Tidak! Tidak mungkin aku membenci kakakku. Tak mungkin. Ayolah kita pulang sekarang juga dan rawat luka-lukamu ini Kanna ayo." Namun itu sia-sia karena saat itu juga.........
"Hehe.. Aku senang pek. Kukira selama ini kau membenciku. Tapi dari air matamu sudah menunjukkan hal yang berbeda. Terimakasih Gopek." "Tidak! Tidak mungkin aku membenci kakakku. Tak mungkin. Ayolah kita pulang sekarang juga dan rawat luka-lukamu ini Kanna ayo."
Kupeluk kepalanya yang masih dipangkuanku sambil menangis keras tak rela apabila kematian akan menjemput Kanna yang sudah kuanggap sebagai kakaku sendiri. "Hehe.. Aku senang pek. Kukira selama ini kau membenciku. Tapi dari air matamu sudah menunjukkan hal yang berbeda. Terimakasih Gopek.&quo