aku mengambil pedang katanaku dan berdiri.... setelah aku menunduk kepadanya 1 kali lagi,aku pun berjalan kearah pintu masuk bar.. karena memang arena pelatihan ini berada dibelakang bar striptease.
ya tubuhku memang sudah sensitif terhadap hal-hal yang aneh aku mengambil pedang katanaku dan berdiri....
tapi memang selama aku memegangnya,aku merasakan aura aneh dari pedang tersebut ya tubuhku memang sudah sensitif terhadap hal-hal yang aneh
....dan aku merasa lega karena aku tidak sempat memakainya dalam pertarungan. tapi memang selama aku memegangnya,aku merasakan aura aneh dari pedang tersebut
Alfonso tidak memberitahu apapun soal pedang itu... ....dan aku merasa lega karena aku tidak sempat memakainya dalam pertarungan.
"jangan begitu,ini tidak seberapa pek... dan kini,kau pun juga siap untuk mengendalikan pedang panjang terkutuk masamune yang diberikan Alfonso kepadamu" ha? terkutuk? jadi pedang itu terkutuk?
kemudian kutundukkan kepalaku kearahnya... "terimakasih bang.. engkau adalah guru dan aliansi terbaik yang pernah kupunya... sekali lagi terimakasih!" "jangan begitu,ini tidak seberapa pek... dan kini,kau pun juga siap untuk mengendalikan pedang panjang terkutuk masamune yang diber
ku letakkan pedang katanaku di tanah dan duduk bersila dihadapan bang Udin. kemudian kutundukkan kepalaku kearahnya... "terimakasih bang.. engkau adalah guru dan aliansi terbaik yang pernah kupunya... sekali lagi terimakasih!"
"bahkan aku tak bisa menggoresmu sedikitpun.. dan kupikir,kini kau sudah siap pek" ku letakkan pedang katanaku di tanah dan duduk bersila dihadapan bang Udin.
"uhuk....uhuk..... yah,kemampuanmu sudah jauh melebihiku pek... sangat jauh" "bahkan aku tak bisa menggoresmu sedikitpun.. dan kupikir,kini kau sudah siap pek"
"mueheheheh.. gimana bang? aku sudah hebat bukan?" aku menyombongkan diri "uhuk....uhuk..... yah,kemampuanmu sudah jauh melebihiku pek... sangat jauh"
"GYAAAAAAAAAAAAAAAHHHH"...... kutebas bagian dada bang Udin dan membentuk angka 500 di dadanya sehingga ia berteriak keras. "mueheheheh.. gimana bang? aku sudah hebat bukan?" aku menyombongkan diri
setengah tahun kemudian........ "GYAAAAAAAAAAAAAAAHHHH"...... kutebas bagian dada bang Udin dan membentuk angka 500 di dadanya sehingga ia berteriak keras.
"gimana gak capek :mad berdarah-darah gini :mad" balasku "hahaha... ed jauh lebih kejam dari pada ini pek"
"bagaimana gopek? sudah lelah?" bang Udin berkata "gimana gak capek :mad berdarah-darah gini :mad" balasku