abis nonton chou den-o\n\nbener-bener film franchise den-o\ndecade n diend muncul cuma sebentar:nohope:\nsetidaknya ada akkina-chan:genit::malu:\n\n
\n\nkayaknya mendingan "boku wa chotto kangaesugimasu"\n\nCMIIW\nbtw, kalo nerjemahin mendingan jangan per kata, karena terkadang ada beberapa padanan kata yang di bahasa indo bisa dipake, di bahasa lain malah jadi aneh:o
\n\nhttp://www.eclecticenergies.com/chakras/working.php\nchakra sebaiknya dimulai dari bawah, dari root chakra\n\nCMIIW, masih newbie:o
\nyup\ntapi nulis miruku, pake hiragana pun juga nggak salah\nnulis toshokan (perpustakaan), walau kata jepang asli, pake katakana pun bisa, tapi kasus kayak gini, lebih sering dipake ketika toshokan itu jadi hal yang ditegaskan dalam suatu masalah ( da to omou...:o )\n---\nme...
\n\ncoba jawab sebisa gw:o\n1) mungkin katakana n hiragana, hubungannya mirip seperti huruf kapital n huruf kecil\ntapi penggunaan katakana lebih kepada bahasa serapan, nama hewan, nama tumbuhan, hal yang ditegaskan, dan semacamnya ( walau sebenernya pake hiragana pun gak salah )&...
\n-te iru kei = -ta kei\ncontohnya \n"boushi wo kabutte iru otoko"\n"boushi wo kabutta otoko"\ndua-duanya artinya "pria yang memakai topi"\ndalam bahasa jepang, present tense = past tense\n*kalo gak salah nangkep pas belajar dulu*\nCMI...
\n\nbukan utara, kita-chousen itu korea utara:o\nartinya kira2 "perempuan korea utara gimana?... mungkin serasi he he he..."\n\nCMIIW
\ndi depan shidai, pake kata benda\n\n買うか買わないかは値段次第です。\nkau ka kawanai ka wa nedan shidai desu.\nbeli atau nggak beli tergantung harganya.\n\n行く...
barusan nyoba yang attract love yang brainsync\npas tengah2 dengerin, kayak ada yang bergerak/ merayap di kepala gw\nnormalkah itu?:confused: