Kadang kembali ke diri masing masing kok. Tuhan ngga pernah salah kasih jodoh ama kita, hanya kadang manusianya yang ngga pernah puas dan kadang juga manusianya ngga pernah mau berubah (lebih baik), hubungan itu menurut gw cuma perlu 2 hal, kepercayaan DAN komunikasi yang baik, tentu saja doa yang
Ada batasan yang (harus) tidak boleh dilewati oleh guru saat memberi teguran atau nasihat. Tapi jauh lebih penting orang tua yang harus (ikut serta) mendidik dan "menghukum" jika anak salah. Jangan tidak peduli sebagai orang tua........
Memiliki sifat Rakus, Sombong dan Angkuh...... kalo sifat ini ngga ada pasti "sifatnya" ngga berubah.....
Masalahnya sudah (hampir) tidak ada lagi pelajaran atau pendidikan baik di sekolah atau bahkan dari orang tua sendiri yang mangajarkan hal tata krama dan sopan santun ini. Anak (itu) mudahnya (belajar) dengan melihat dan mencontoh, tapi sekarang contoh yang diberikan sudah (hampir) tidak ada lagi...
Apapun alasanya, tetap aja ini mah yang namanya berbuat baik ingin timbal balik. Kalo emang orang baik bantu aja, malah mungkin dgn dibantu jadi pintu untuk saling sapa dan lebih dekat. Jangan buruk sangka, berbaik sangkalah.........
Informasi bagus...... kalo gw sih udah tahu begitu dan ngga bisa ngapa ngapain.... minimal ngga usah nnton lah film itu.... Gw penggemar star trek..... tapi yg versi discovery .... baca ulasannya gw milih ngga nonton.....
Ngga paham kok bisa yaa...... tapi ngga aneh juga kalo kenal nya lewat medsos. Kalo dulu ortu gw selalu bilang coba cek Bibit, bebet dan bobotnya.....
Sebetulnya media masih layak sebagai sumber informasi yang dipercaya, masalah nya adalah netizen tidak pernah atau jarang sekali mencoba untuk melakukan pemeriksaan ulang atas informasi yang di dapat. Ceka ulang dengan sumber yang berbeda...... double cek info nya....
Menjalani pernikahan itu bukan hal yang mudah perlu banyak effort, dari awal (harusnya) sudah punya komitmen dan rencana. Ada banyak hal yang bisa dijadikan pegangan agar awet, spt kejujuran (saling terbuka) dan komunikasi yang baik. Tentu saja ada doa, kematangan jiwa dan pemikiran, pembelajaran...
Ya berarti didikan yang diberikan gagal. Pilih teman yang baik dan benar lah....... dan yang penting adalah yang ada saat ini peran ortu udah lemah dan sama sekali ngga ada.... lihat saat agan nanti jadi ortu......
Bisa dibilang gw orang kolot tapi gw pribadi masih menganggap pendidikan agama yang solid dan kuat sedari kecil dan pendidikan moral dari orang tua, minimal akan menghindari atau bahkan mengurangi lah kondisi "nakal" yang TS tulis.... Gw setuju dengan yg TS tulis.... tinggal tambah urusan
Sisi lain dari manusia Indonesia yang sifat toleransinya mulai hilang. Dari dulu juga sudah ada bentuk acara pernikahan spt itu, dan kita sebagai warga yang baik harusnya membantu kalaupun tidak bisa membantu minimal bisa memberikan sedikit toleransi atas hal tsb, toh acara ini ngga setiap hari. Di
Sudah terlalu absurb jalan ceritanya, dan sudah lama juga tidak menonton ini yang disebut sinetron.... Apakah perubahan sosial di masyarakat kita juga dipegaruhi oleh sinetron?? Entahlah....
Hal seperti ini banyak terjadi tidak hanya di lingkungan profesi ini, hanya saja yang ditulis TS tersebut lagi sial ketahuan. Apapun alasannya tetap saja selingkuh itu salah, mending coba dibicarakan jika ada masalah dengan pasangan (isrti/suami). Dan selingkuh ini apapun alasannya membuktikan ba...
Kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain. Orang bebas berekspresi apa saja, namun jika ekspresi nya tersebut tidak membuat nyaman orang lain ngga salah juga kita "berkomentar". Tapi ada baik nya ekspresinya di tempat yang memang orang bisa menerima ekspresi nya tsb........ m
Asal tahu aja, segala sesuatu yang sudah masuk ke dalam area dan dunia yang disebut "Internet" TIDAK akan bisa hilang dan akan terus ada....... Dulu mencari data orang itu sulit setengah mati, tapi sekarang tanpa diminta data data berbagai macam orang tersedia dengan "bebas" di
Terlepas dari masalah hak Asasi manusia dan teknologi yang semakin berkembang utk memudahan memiliki keturunan. Tetap saja hakikat manusia itu diciptakan (untuk) berpasang-pasangan, gunakan akal dan logika saja, tidak usah di runut ke arah agama, walaupun agama dalam hal ini dapat dijadikan sanda...