gas air mata sifatnya massal, wajar kalau tewas secara massal. Yang disayangkan korban lemah yg tidak membuat keributan juga terkena dampaknya.
Ada kerumunan penonton kok ditembak gas air mata, udah kebiasaan menghadapi demo jadi biar gampang aja tanpa mikir akibat yg bisa ditimbulkan.
gak apa2 kalau gak beli minyak rusia, asal dapat diskon dari negara lain. Kalau bisa sama-sama untung kenapa gak. it's all about money
Aneh sekali, yg nyimpan datanya emangnya siapa ? kok yg tanggung jawab semua pihak... Ibaratnya bank nyimpan duit nasabah, kalau duit nasabahnya hilang karena tidak bisa menjaga dana nasabah ya banknya yg tanggung jawab.
Kemungkinan dilacak berdasarkan ip address yg digunakan kartu sim card untuk internetnya. Kartu internetnya dilacak berdasarkan NIK sehingga muncul nama ybs. Sementara data NIK aja bisa bocor ya jadi salah tangkap.
Kalau bjorka pakai nik dan kk orang lain bisa jadi salah tangkap. Dengan nik dan kk orang lain bjorka bisa jadi siapa saja. :D
Dengan nomor NIK dan KK bisa digunakan orang-orang yg tidak bertanggung jawab untuk meregistrasi nomor hape untuk menyebar hoaks, penipuan dsb. Data yg seharusnya menjadi rahasia pemilik NIK dan KK menjadi tidak rahasia lagi apabila bener terjadi kebocoran data.
Bener sih kalau ada harga yg sama ngapain harus sampai membebankan negara dengan subsidi. Sayangnya di daerah ane gak ada VIVO
emang dibikin mahal untuk mengcover biaya pengeluaran akibat pandemi sebelumnya plus profit berlebih buat jaga2, bangun infrastruktur, dll dll. Istilah Subsidi hanya biar tetap semangat aja agar dianggap masih tetap membantu rakyat (pencitraan), walaupun pada dasarnya tetap berbeda dengan harga bbm
vivo jual ron 89 masih untung, pertamini jual ron 90 masih dibilang subsidi (merugi karena harus disubsidi). Menurut ane agak aneh ini perusahaan memproduksi sesuatu untuk merugi. Mengapa tidak sekalian diproduksi ron 89 aja agar tidak ada subsidi lagi (dapat untung) spt vivo ? :bingungs
Revvo 89 itu subsidi atau bukan ? Kalau non subsidi mengapa tidak diproduksi yg murah untuk masyarakat bawah tapi malah diproduksi bahan bakar yg mahal.
Pengusaha kan ikut pemerintah, harga bahan bakarnya naik, mereka tinggal ikut naikin harga sekalian juga naikin profit.