Trilogy a Contract with God memang bagus, ane paling suka buku ke-3 Droopsie Avenue: The Neighborhood Will Eisner memang jago memadukan cerita tragis dengan namun mampu mengahdirkannya dengan ekspresi yg lucu... tanpa kehilangan makna dari apa yang ingin disampaikan ke pembaca :armys
lebih amannya posting lagi aja om :D yang penting pertanyaannya relevan :malus kemungkinan yang terjadi: >kali aja pertanyaannya keliwat yang baca... yang posting kan banyak perlu disadari yang posting dimari bukan cuma om doank :Peace: >yang pas baca bukan orang yang paham akan pertanyaan...
saya sangat setuju point ini kalo memang jelek kenapa mesti dibagus-bagusin yang penting jeleknya kenapa itu yang mesti dijelaskan
"Don't just do good design...do good!" (jangan hanya membuat desain yg baik, berbuatlah kebaikan) - David B. Berman/Do Good Design "Suka duka kita bukanlah istimewa kerna setiap orang mengalaminya" - WS Rendra/Sajak Seorang Tua Untuk Istrinya "Kesadaran adalah matah...
baru ngeh juga... ternyata peringkat ngejang di lonj berbanding terbalik dengan peringkat SRC :hammers
sangat setuju dengan komentar om adit, komentar saya kurang lebih sama >Penambahan -an pada dua jam-an di samping tidak baku juga mengurangi keindahan bertutur (jadi lebay & mengesankan settingnya era 4Lay) :D Apalagi ini genre fantasi keindahan bertutur sangat dinantikan pembaca Memang sih ...
ada... Nagasasra & Sabukinten... itu awalnya novel karya SH Mintardja dengan judul yang sama trus diterjemahkan secara visual oleh Teguh Santosa keren abis lah pokoknya
persepsi saya sama... menurut saia laskar pelangi masih terlalu generik kalo dikategorikan historical-fiction.... termasuk favorit saia berikut ini: > Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil/Remy Sylado > Pangeran Diponegoro: Menuju Sosok Khalifah/Remy Sylado
daftar bukunya ud saya lengkapi mbak :D ====================================== saya cantumin lagi ya.... soalnya di halaman depan belum update nampaknya