Green architecture ini di indonesia masih kebanyakan sebatas teori. Mungkin lebih mudah kalau terapannya di skala kecil seperti hunian. Tapi saat diaplikasi ke bangunan komersial dengan konsumsi daya yang besar, konsep ini masih jauh dari taget. imho yak.
Jangan salah kaprah dengan istilah keramik granit. Keramik ya keramik, Granit ya granit. Istilah keramik granit / granite tiles itu cuma marketing gimmick, tetep aja keramik Tapi memang prosesnya yang beda dengan keramik konvensional, dimana keramik padat di lapis dengan glazur kemudian di cetak...
ditunggu infonya kalau dapet solusi lain yang lebih oke gan. sebeneranya ada prinsip yang kurang pas. banyak orang ribet sama masalah pemantulan panas atau penyerapan panas. padahal point pentingnya adalah menyalurkan panas tersebut.
Horeee... perjalannya masih panjang kok, santai aja. dari mahasiswa arsitektur, ke sarjana arsitektur, ke praktisi arsitektur dan arsitek sebenarnya :thumbup
seingat saya teknologinya Air-Cell masih yang termasuk bagus buat efisiensi radiasi dan konduksi panas. Mungkin sekarang ada yang lebih bagus lagi. Konsekuensi nya cuma satu, lebih mahal. Tapi kalau harga bukan masalah, itu layak di coba.
Like this! Sebenernya masih menjadi tantangan besar buat perencana bangunan, apalagi yang tinggi untuk menyusun konsep yang lebih spesifik dan unik, gak akan sama dengan konsep2 terapan di belahan bumi lain. Perilaku dalam berproses, juga perlu dibantu dengan tingkat efisiensi dan efektifitas da...
Cerah dong, secerah pagi. Ambil ilmunya, pakai nalarnya. Nanti mau profesi apapun gak masalah. BG Ars bisa jadi added value. :thumbup
Kalau buat high ISO, preferred pilih D7000, udah terbukti bagus handling noisenya. Kalau masalah lensa, bukaan besar memang membantu sebatas turun ISO setting tapi hati2 juga sama DOF nya. :thumbup
Kalau kondisi low light, auto focus memang sulit dapetnya gan. Coba dibantu pake senter, atau nyalain AF assist illuminator, harusnya cepet dapetnya. Klo masih muter2 uga, berarti mungkin memang ad problem.