REVAN Revan merasa ada yang tidak beres dengan ayah Mega. Setiap kali ia mengantar Mega pulang ke rumahnya, ayahnya selalu membuang muka. Kalaupun terjadi percakapan di antara mereka, pasti hanya sebentar dan segera berlalu begitu saja. Padahal, ia sudah bersikap sebaik mungkin. Ia pikir, tak ada
JOJO Wajah Zulfa terlihat sangat gembira ketika mendengar bahwa ibu Jojo ingin bertemu dengan dia. Di satu sisi, tampaknya Zulfa juga malu-malu. Terlihat dari gaya bicaranya yang agak terbata-bata. Juga pipinya yang bersemu merah. Perempuan itu tidak terlalu pintar menyembunyikan perasaannya. “J
Keempat sahabat itu kembali berkumpul dan berkeluh kesah di warung kopi tempat biasa mereka berkumpul. Terlalu banyak cerita yang mereka pendam di benak mereka masing-masing. Tentang rutinitas, masalah ecek-ecek, juga tentang perempuan yang kini menjadi prioritas mereka. Jika diingat-ingat, beber
IPUL Sama seperti minggu kemarin, Ipul hari ini datang ke tempat bimbingan bahasa Inggris. Niat Ipul yang awalnya hanya belajar mendadak menyimpang drastis. Alasannya datang hari ini ialah untuk melihat senyum manis Laila yang membuatnya sering melamun sendirian. Bahkan, ketika ia sedang ngopi b
ARMAN Dewi dan Arman duduk berdua di sebuah bangku dekat fakultas Dewi. Sebelum mengantar Dewi pulang, Arman ingin membicarakan sesuatu dengan perempuan itu. Entah sebuah kebetulan atau tidak, Dewi juga ingin membicarakan hal yang cukup penting dengan Arman. “Kamu yang ngomong dulu?” ujar Dewi.
REVAN Suara ponsel Revan berdering sejak tadi. Ia bersama perwakilan dari himpunan jurusan yang lain sedari tadi sibuk berdiskusi dengan para pimpinan di fakultas terkait dana organisasi dan juga regulasi kegiatan mahasiswa ke depan. Usai rapat itu, Revan langsung membuka ponselnya. Ia tahu siapa
JOJO Semenjak malam itu, hubungan Jojo dengan Zulfa semakin erat. Mereka sering jalan berdua di kampus. Bahkan, Jojo sering menjemput Zulfa sebelum berangkat ke kampus. Lumayan, dia bisa jadi ojek yang bisa diandalkan. Hitung-hitung, Zulfa bisa menghemat pengeluarannya daripada naik ojek online.
Jadi, kisah ini enggak murni kisah asli. Ane kasih bumbu dan sebagian ane mengarang cerita sendiri biar feel-nya ngena gan hehe
Ane udh ngomong di awal. Ini fiksi buatan ane. Terinspirasi dari perjalanan ne dan sahabt ane. Btw, thanks ya atas apresiasinya. Ane seneng kalo ada yang seneng sama tulisan ane.