gombalahdomba13 ya kalau beda pembahasan ya gak masalah. Gw cuma mengapresiasi atas saran/masukan komen awal. Menurut saya ya paling bener. Win win solution. Gw memahami perasaan mereka sebagai orang dekat mereka.
gombalahdomba13 itu kan yang di pemda. Coba lu lihat tenaga yang lain di K/L. Guru, Kesehatan, Ahli yang udah puluhan tahun. Tapi tidak kena PPPK. Dihapus aja? Sama aja kaya lu udah puluhan tahun kerja di perusahaan, belum jadi tenaga tetap kemudian dihapus begitu saja. Masalahnya tenaga honor it...
gombalahdomba13 pns itu kalau jadi pns itu ditetapkan dengan SK, baru SKnya ke BKN. Di suatu negeri yang namanya konoha bisa saja, selama belum nerapin ebudget ya wasalam. Misal nih, saya punya tenaga honor terdaftar sejumlah 100. Tetapi fisiknya cuma 90. Kira-kira yang 10x3jt gede kan?. Ini kalau
gombalahdomba13 gw di instansi .... Semua terdaftar jadi mau diakalin gimana wong gaji dari span. Hemm
Pendapat ente menurut ane sangat masuk akal. Kalau ada yang bilang sudah tidak butuh lagi. Ya karena setiap pengangkatan itu dibutuhkan sesuai kebutuhan. Yang jadi masalah selama ini adalah non asn tidak dimasukan sebagai sebuah kebutuhan. Nambah pns terus tapi gak nambah cepet geraknya. Skemanya...
Ini biasanya kondisi kaya kondisi di tempat ane. Mobil rusak posisi dipa habis atau mepet. Mobil rusak di jalan dan butuh penanganan. Gw yakin driver gak punya uang. Driver gw juga sering gitu. Biasanya drivernya minta uang sama pegawai yang di bawa buat perbaiki atau pakai uangnya sendiri kalau ...
Ya mungkin aja seperti yang ente bilang. Tapi gw juga ngalamin sendiri, pas anak gw mau nyari NICU di kota ane. RS awal gak ada, maka butuh RS yang ada NICUnya. Itu bawanya pakai ambulan pasien, bukan ambulan jenazah. Gw gak pakai bantuan polisi atau relawan karena anak gw butuh banget penanganan...
kinonotabi dia akan disetiap pos bre, jadi ente jangan anggap serius. Segera tinggalkan perdebatan apalagi sekelas nopel 😅😅