1. ada yg ga matiin keran 2. ga tau 3. remote 4. kyk mangkok yg diisi air panas ditaruh di atas meja rata yg gerak sendiri. Ini naratornya kok ngeselin 5. monitor nyala itu settingan, sisanya editan 6. akting/dikerjain temen sendiri
"Sekarang, ada kelompok yg mengajari anak2 utk memusuhi negaranya, membenci pemerintahnya yg dimotori imigran non pribumi.!," Sejak kapan pemerintah dimotori imigran non pribumi? Tapi kalau istilah pribumi mau dipersempit, maka kelompok yg mengajari anak2 untuk memusuhi negaranya dimoto
Kyknya agan ada benarnya soal main dgn admin. Pernah sekali, entah om kurirnya kemalaman atau gimana, di toped statusnya diupdate terkirim. Besoknya baru ngeh, lgsg proses komplain ke toped, dan telp cs jne. Ane jg cek resi di website jne, statusnya bilang paket sudah diterima istri ane, padahal
baru tau ada app itu. tapi, app yg dibuat isp yg seenaknya ngehijack DNS untuk menyisipkan iklan, ogah!
Sebenarnya mendoakan supaya doa (harapan) seseorang terkabul itu bagus. Tapi untuk hal ini, hmm... doain ga ya
Ini kebetulan yg sangat menguntungkan tukang kabur. Skenarionya bisa dibalik jadi wagub yg membawa virus bukan sebaliknya. Eh tapi yg ngirim wagub kan si aibon... hmmm.... Soal nyeleneh otak ane emang ga nyampe :(
ane jawab pakai gaya aibon rasis ya: 1. karangan bunga itu beli ke UKM, duitnya ke rakyat sendiri. dari pada karangan besi, belinya ke china 2. yang mengeluarkan duit untuk membeli karangan bunga ke UKM blm tentu tidak bersedekah juga.
Ngapain polri tanggapin gituan? Jadi boleh gt, kalau ane distop polantas karena ga pakai helm, ane bilang: "ane mau aja ditilang, dengan syarat tetangga ane yg kemarin ga pakai helm juga ditilang" atau ane ngerampok, ketangkap, trs ane bilang: "ane mau aja dipenjara, asal perampok y
mana peduli dia. tujuannya kan membiaskan masalah yg ada, targetnya ya pendengar. kalau membela diri atas tuduhan yg ada, secara tidak lgsg malah mengingatkan pendengar atas tuduh2an tadi, salah2 malah membuat pendengar berpikir dan kritis. jadi efektifnya tanya ke pendengar dengan sesuatu yg tida
maksud pak abon gini lho, bahwa sudah ada penangangan potensi terjadinya kerumunan secara proaktif dengan mengirim surat, sama seperti yg dilakukan di pilkada. dan itu sudah sesuai ketentuan peraturan yg ada ciee.... ane pinter kan