im pro investment tapi soal property rights ga bisa diganggu gugat. meski katanya orang rempang ga punya sertifikat, tapi dia memenuhi salah satu syarat kepemilikan: homesteading :o udah ada catatannya orang rempang di situ sebelum endon merdeka dan dengan 'menggusur' lahan mereka dan 'memiting
ada pepatah mata balas mata membuat dunia buta itu salah ketika orang bisa balas mata dengan mata, nyawa dengan nyawa maka setiap orang akan respek dengan batasannya masing2 :o jadi, ayo butakan saja si paok itu :coblos
say no to oecd kartel juga itu liechtenstein dulu masuk ke daftar hitam tax haven dan dikucilkan sama oecd gegara liechtenstein palaknya kelewat rendah sampe pada sakit pantat negara2 oecd kek orang gay disodok pantatnya ga pake pelumas organisasi laknat
terus kapan endonesa mau ngeblokir cahaya matahari biar pengusaha lilin laris manis? :D fuck keberpihakan
bukannya gw bela endon tapi tiati outsourcing ke endeak inget dulu boeing 737 max software engineering nya dioutsourcing ke endeak, walhasil... :wakaka nanti teslak mobilnya self-driving belok ke jurang sama programmer endeak :wakaka
bbmnya tetep disupsidiik tapi oktannya naek dulu premium, abis itu pertalite, nanti kabarnya pertamax green 92 jg supsidiik kalo kowik mau cabut supsidiik seluruh bbm pertaminul justru lebi bagus. yang terakhir, itu mah emang pdip sama barisan commie nya aja yg munafuck, naekin harga bbm jaman be...
dengan adanya penegakan property rights law setinggi-tingginya, orang kek gini gapernah bisa berkuasa but alas.... :beer:
as much as i hate cosplayer padang pasir, gw ga suka sih cara begitu. giving in to one totalitarian policy, even once, will lead to another totalitarian policy. mendingan peaceful secession aja, bikin covenant community muslim/non-muslim misalnya. satu perumahan mayo/full of non-muslim gaboleh ad...
jujur denger ngomong si yohanies bawaannya pengen budir suwer ga kuat jir, jawabannya retoris bat, ga to the point. emang ahli tata kata banget