Terbangun lagi. Terjaga lagi ketika lelap menyandera raga ini sebelumnya. Bukan buruknya yang mimpi. Entah apa lagi yang membangunkan jasad ini sekali lagi. Hingga teringat lagi padanya. Apakah dirinya bisa lelap dalam bunga tidurnya? Meski dia si pengkhianat janji. Bukan salahnya ketika otak ini m
Tapi jujur, didikan keras dari bapak ane malah bikin mental ane tahan banting dan malah bikin ane jd aktif di organisasi :cool:
Dingin mulai bosan mengusik. Malam ini tak terasa menusuk lagi. Meski beberapa ekor nyamuk menghampiri. Susun melodi baru timbulkan seni. Aku masih tak berani. Untuk tak terlalu lama menoleh ke masa lalu lagi. Hingga aku tak menyadari, kawan. Takdir sendiri yang turun tangan membalikkan lembar hi...
Apalah daya. Jemari setan heboh meliukkan dunia. Membolak-balik hasrat manusia. Tak sadar, tak sadarlah mereka. Hal ghaib serasa makin ghaib. Ghaibnya tersapukan rasionalitas. Yang nurani kian menipis. Iman menipis, setan berpesta dalam pesona. prime.klonengan
jujur gw malah lebih suka liat wajah doi pas lagi tidur. lebih cakep, lebih imut, lebih natural, lebih moeh dah :o tapi kalo emg mau pergi hangout atau apa, ga bisa disalahin cewe dandan biar merasa lebih cakep, asal kagak menor, so far gw pro aja :malu:
anehnya ane kira tuh penonton bayaran semua :ngakaks mau tepuk tangan aja dilarang, kudu nunggu disuruh emsi nya dulu :hammer:
Sore... Gambarkan surya yang perlahan beranjak untuk rehat. Lelah mungkin, menjalani denyutnya 12 jam sebelumnya. Lewati berbagai bait-bait kehidupan. Pagi cerah membawa rutinitas. Siang gersang munculkan rasa lelah. Getir manis pahit dilalui olehnya. Tawa dan tangis serasa beraduk dalam harinya.
Kau kira diri selalu berlogika 'Tidak' Jika kita kira hati cahaya jiwa Terkadang logika menyesatkan semua Terkadang air bisa berwarna coklat Bahkan bangkai terasa malaikat Iya hidup tidak selalu berlogika Bahkan itu yang memakan masa Puuneko 100614 Apa daya.. Doktrin telah cuci otak mayoritas. D
Sunyi lagi... Dingin lagi... Tak bosan selalu datang menghampiri. Tak ada hempasan energi yang mengisi hati. Hamba ini memang bosan. Terlalu labil dalam mengambil pilihan. Pilih satu, ingin jalani satu lainnya. Memang lelah, tapi tak peduli, ingin hamba bunuh kesepian. Perlukah teriakan ini keluar
Dingin, lagi-lagi sajak bertema dingin. Bulan tak mampu mengusir rasa menusuk ini. Malam pun hanya pasrah menanti. Ku mencari kehangatan... Seduhan lembar daun teh mungkin? Ataukah Secangkir kopi? Mungkinkah seorang bidadari dunia sok surgawi? Tak mengerti apa yang harus aku cari. Daun sengon laut