mau cocologi sampai kapan pun, data-data penelitian tetap menunjukkan bahwa 1-10% hewan terlahir sebagai gay dan struktur otak hewan & manusia gay sangat berbeda dengan hetero. :D
Secara sosial memang manusia berbeda dengan hewan, tapi secara biologis manusia adalah 100% hewan. Itu sebabnya obat-obatan baru selalu diujicobakan dahulu ke hewan yang berkerabat dekat dengan manusia seperti simpanse, biasanya obat-obatan yang aman dikonsumsi simpanse pasti juga aman dikonsums...
mungkin jarang yang bisa sembuh.. tapi juga nggak impossible kan? btw oprah nggak lesbong :D yang lesbong itu ellen degeneress :D mau gak sis kanata punya suami yang ganteng sekali tapi gay? faktanya tidak ada wanita yang mau menikahi gay meski seganteng apapun. jadi kenapa melarang gay untu
@ts, saran ane kalau sumbernya dari youtube, blog, atau ceramah ustad ente mending ditaruh di lounge aja gan. yang namanya teori konspirasi itu gak pernah ada bukti kuatnya. kalau sudah ada bukti kuatnya, namanya fakta bukan teori konspirasi.
@ts, saran ane kalau sumbernya dari youtube, blog, atau ceramah ustad ente mending ditaruh di lounge aja gan. yang namanya teori konspirasi itu gak pernah ada bukti kuatnya. kalau sudah ada bukti kuatnya, namanya fakta bukan teori konspirasi.
kayanya repost deh si agan.. tapi kayanya doang loh :p kayanya nyampah deh si agan.. tapi kayanya doang loh :p
yang jelas ane jauh lebih percaya WHO ketimbang kitab dongeng yang isinya hanya cocologi. http://media-cache-ec4.pinimg.com/custom_covers/222x/241013086247513850_1352877642.jpg
gila kekuasaan nih orang, sudah berkuasa hampir setengah abad masih belum ada puas-puasnya. jika dibiarkan terus berkuasa sampai mati pasti dia bakal nunjuk anaknya sebagai penerusnya. benih-benih monarki nih.
paling cuma penasaran itu gan :malus iya penasaran, majikan Arab sering merudapaksa TKW pasti karena penasaran juga
rakyat Turki sudah muak dengan hukum agamis setelah pengalaman buruk dengan kegagalan Ottoman, mereka ingin hukum sekuler
JERUSALEM, KOMPAS.com - Presiden Israel Shimon Peres, dalam wawancara dengan Reuters, Selasa (18/6/2013), khawatir rencana AS mempersenjatai pemberontak Suriah akan membahayakan keamanan negeri Yahudi itu. Peres mengatakan, akibat rencana AS ini maka banyak teroris pengangguran kini menuju ke kawas