vx2.. pendapat ente doang kali. Gw mah menanggapi ke sukuan biasa saja. Toh hakikat manusia sama aja di mata Sang Pencipta.
Gua nemu pedagang di pasar, dia memberikan uang buat modal anak buahnya sendiri untuk buka warung makanan yang sama dengan pemilik bosnya. Beliau yakin pasti akan berbeda rasa. Dan jujur lebih enak yang BOS nya. Ini bukan buka cabang yak.. jadi, kalo lu jago dalam mengelola makanan dan minum mau ...
nemo012 Ingat! Tukang blusukan dan gorong2 harus lebih diwaspadai apalagi saat jadi masyarakat ga pernah bersosialiasi, tapi saat kampanya ia keluar dari singgah sana pura2 bersosialisasi di lingkungan sekitar
yxgk menurut ane sendiri setiap pekerjaan ada resikonya. Entah di komen org lain atau apapun. Jika pendidikan sendiri bisa menghancurkan efek suatu bangsa. Setiap pekerja ada resiko terbesar, jadi persiapkan legowonya. (2) Sekalian aja ga usah di buat jokes, apalagi menunggu waktu lama utk membua...
Kurang ege actionnya.. Jadi ingat iklan "Mana actionnya" :lehuga pura-pura kaget. Dasar laporan ABS dari anak buah.
maxcellsiregar goensoep lupa hakikat agama, biasa mencap buruk orang lain. Menyamakan manusia dengan hewan dan apalagi menggeneralisir pihak lain menandakan pikiran nan kuno apalagi untuk sebuah politik. Sabar gan kalo dapat BATA.
Mengkambing hitamkan pihak lain memang sedap .. biasanya tak mampu mengatasi masalah, pihak lain disalahkan.
slider88 Gua fikir lagi, berarti kalo banyak pungli dijalan apalagi ada warna terang, ga bisa di sebut oknum lagi dong? begitu juga ada menteri yang korupsi?
Ruuko oke berapa banyak data pembunuhan dan bandingkan setiap agama.. Ga usah hanya opini... Gua nunggu jawaban cerdas nan ilmiah.