harytanoe BTW klo ane sih..kementeriannya kan ada banyak, setiap gedung kementerian dipilih 1 rumah adat nasional, kan pastinya ada banyak. Klo Istana sih bebas saja, tp kan tetap itu tanah kalimantan. Fair saja sih, dayak pedalaman memang tertinggal, tapi orang dayak jg banyak yg berpengalaman t...
Mungkin ga harus jadi pemimpinnya, wakil2 gitu supaya lebih menghargai adat..jadi dalam sistem IKN ada masukan2 dari adat setempat yg perlu diperhatikan
bertahun tahun gak beres2 masalah distribusi, bbm, pupuk, telur, ayam, sayur, beras, minyak, kedelai, mafia tanah, premanisme, separatis papua, PNS, KKN, korupsi, birokrasi perijinan..apa kurang jumlah menterinya?
inilah klo yg harusnya org2 kerja professional diisi non professional..harusnya kerja beneran malah brantem. Napa gak diadu sekalian sih diatas ring?
semoga berhasil, lawan APC saja cukup btw ini orang2 bayaran mahal tidak resmi dari ukraina dan nato..
ya kan bisa disampling bbrp dikawal jalurnya, dari produsen ke gudang trus kemana? kekurangan aparat atau gimana?? kejaksaan dan polisi biasanya bisa, atau klo perlu deperindag cari orang cek..masa selama itu gak ada pergerakan sih?? niat apa niat??
Masyarakat Medan perlu contoh masyarakat Jakarta, langsung tuntut di pengadilan biar pemkot-pemprov bener2 turun langsung
pendidikan 3 bulan pake seragam, dikasih gaji, dikasih senjata, gaya2an dijalanan ya begini..padahal dimata yg udah senior apa sih bau kencur wkk, salah dikit selang mendarat di pantat
AHY lg di solo, kena covid 2x...dari sini saja jelas klo men-disiplinkan diri sendiri untuk patuh 5M saja tidak bisa...eh salah ya wkk
Nato tetap jadi kompor, secara langsung gak ikut perang..tapi tetap ngasih info ke Ukraina. Secara didalam mereka ada perpecahan selain karena embargo russia ke minyak yg supplainya 40% ke UE. sebagian negara juga menghindari perang dengan Russia karena kalah menang hasilnya pasti banyak korban.
carousi wkwk cina klo udah kuasai LCS masih bisa cover udaranya, ga sampai 30 menit pesawat2 mereka udah sampai..lagi pula disana ga perlu pasukan darat untuk penyerangan, dan disana pastinya ga ada payung udara dari Indonesia. Sudah dikonfirmasi dari russia sendiri, senjata2 tersebut yg digunakan
pertempuran hutan OK lah, untuk area2 tertentu sumatera, kalimantan sulawesi papua..problem berikutnya logistik Masalah lain, hutannya sudah makin tipis..dan di musim kemarau sudah berubah warna jadi kuning-coklat, sehingga makin menimbulkan warna mencolok-mudah dibedakan infantri atau vegetasi
minyal goreng, aja gagal, kedelai masih impor..gagal sudah swasembada yg diomongkan sebelum pilpres, mau 30 tahun pun juga tetep gagal klo ga ada niat dari awal