Selama hampir satu tahun kami menjalani hubungan dengan jarak sebagai pemisah di antara aku dan Joe. Tak hanya itu, seperti yang sudah dikatakan Joe, komunikasi kami pun sangat terbatas. Walaupun begitu, di sela-sela kesibukannya, dia selalu menyempatkan untuk sekadar menelepon atau mengirimiku ...
Sejak pertemuan aku dan Joe di taman kota, hidupku kembali mempunyai arti. Ya, benar, seperti tak ada pilihan lain bagiku kecuali menjadi rumah untuknya pulang. Bagiku, tak ada bahagia yang serupa dengan senyuman Joe yang tergores untukku. Bagiku, cukup menjadi tempatnya pulang ketika dunia luar...
Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di Taman Kota sekitar pukul 4 sore. Aku sudah berada di tempat lebih dulu. Selama menunggunya, aku hanya termangu di atas bangku taman dengan cat putih. Kilauan air danau di depanku memantulkan bayangan langit yang berse...
“Maksudmu ... kau ingin menyingkirkanku?” Dia terdiam untuk beberapa saat. Waktu berjalan dengan lambat, nihil, dia tak bersuara, tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya yang kelu. “Sudah sore, aku pulang dulu,” aku bergegas keluar dari ruangan itu. Tak ada jawaban dari Riri, tak ada k...
Aku menatap langit-langit kamar dengan lampu yang cahaya putihnya menusuk mata. Seolah tak sempat untuk merasa silau, pikiranku kian gelap dan kalut. Riri, sebuah nama yang bukan tanpa alasan selalu kubenci, bahkan hanya dengan deretan huruf tak bernyawa. Sosoknya yang cantik dengan balutan seny...
Salam kenal,sis. Ijin gabung, sepertinya menarik. :toast Salam kenal juga :):). Silakan gan, makasih yaaa :malus
as always nice story:1thumbup Emm, mohon maaf sebelumnya, apa mungkin kamu kenal aku di kehidupan nyata? 😬😬