Lihat segi positipnya aja: 1. Ada sebagian (kecil, tapi berani omong; dan besar, tapi nggak omong) umat muslim makin cerdas, 2. Rakyat kecil: pedagang minum keliling, penjual nasi bungkus, pengusaha angkutan dll yang diuntungkan secara ekonomis karena bergeraknya begitu banyak orang besok pagi.
https://images.detik.com/community/media/visual/2016/11/01/efe08936-5761-490c-8b42-e6b1eb4d7d77.jpg?w=780&q=90 Kasihan:kena bom di Bantul
Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, bernama Syamsudin (86) ini lebih cerdas daripada Munarman, Fadli Zonk, Habib Brisik dan Sekjen MUI.
O...... baru tahu kalau yang jadi pentolan selama ini adalah HTI. Itu turunan Ikhwanul Muslim versi Mesir namun bercita-rasa Indonesia.
Profesi artifisial alias nggak jelas. Apa iya sampai nenek-nenek akan terus berdandan dengan gaya macam itu, demi sesuap nasi.