Bisa jadi gitu, kalau Indonesia dulu dijajah sama Arab. Syukur, yang menjajah Belanda, jadi yang berlaku bukan hukum keagamaan.
Merasa panggungnya di Parlemen tifdak akan aman dan nyaman (memang ada anggta DPR independen - tanpa partai?), lalu cari panggung di Parlemen jalanan. Siapa tahu bisa jadi Presiden.
Dari Malut, sembunyi di rumah anggota DPD yang pernah (atau mungkin masih?) anggota PBR. Apa yang DPD ini bisa dituduh menyembunyikan seorang kriminal?
kalau ntar kalah malah nobody everywhere .. no women no cryyyy noooooo women no cryyyy :berduka :berduka he....he....he....
Dilaporin ke MKD, biar DPR ada kesibukan mengurus rumah tangganya sendiri. Pengin lihat becus enggak, dan bukan baotan m'ulu.
Sama? Apanya? Cagub masak sama kelasnya dg cawabup? Kalah gengsi dong. Satunya Kota Metropolitan, yang Bupati "cuma" Bekasi, baru mekar beberapa tahun lalu dari Kota(madya) Bekasi.
"Kita ingin buat sistem yang baik. Jadi, akan ada kesempatan untuk komunikasi atas ke bawah dan bawah ke atas. Dan pembangunan akan dilaksanakan dengan lebih baik lagi," kata Agus. Tanya: siapa yang atas dan siapa yag bawah? Kalau pakai gaya 69 bisa nggak?
Di lingkaran batalyon, dia dihormati, karena dia komandan. Di lingkaran keluarga besar, dia dihormati, karena anak tertua. Di pasar, he's nobody. Begitu kejamnya ibukota.