Mbok ya kalau ngikut ajaran agama itu jangan setengah-setengah. Jangan cuma ambil yang gampangnya aja. Di ajaran agamamu, yang sejalan dengan mengatur urusan aurat perempuan sampai setingkat itu adalah perempuan gak boleh keluar rumah tanpa ditemani mahramnya.. Kalian ngantor ditemani mahramnya g...
Intinya bikin peraturannya yang jelas dan adil, jangan sampai nantinya si ormas merasa bahwa mereka BERHAK dan semua yang punya lahan kosong baik pengusaha retail ataupun bukan untuk WAJIB bekerja sama dalam urusan perparkiran dengan mereka.Selain itu juga pastikan pengawasannya dari pemkot dijal...
Ngomongnya sok tinggi amat, padahal utk ngembangin web yang bagus macam punyanya pihak swasta aja luamanya minta ampun dan ujung-ujungnya tetap lebih jelek dari yang dikelola pihak swasta. Gw ragu pengembangannya bisa selesai dalam waktu singkat atau jadinya sesuai dengan yang diharapkan. Dia bilan
Pertama itu cek tuh ormas terdaftar resmi gak di kemendagri, kedua lo cek ormasnya sendiri itu rekam jejaknya gimana, udah melakukan apa saja. Kemudian lu cek gimana mereka mengorganisir dirinya, terutama soal atur keuangan. Kalau gak punya laporan keuangan yang bener, jangan kasih mereka wewenan...
eh bangke.. memutuskan hal seperti ini aja pada bingung.. taek banget lah emg legislatif nie. Jangan pernah percayakan mantan maling utk megang dan atur uang, as simple as that.
Soal pohon Angsana: Pohon Angsana sejatinya pohon yang kuat, akarnya dalam, batangnya keras. Tapi sayangnya ada cukup banyak pohon Angsana yang ditanam pakai sistem cangkok. Angsana dari sistem cangkok ini akarnya gak dalam jadi mudah roboh saat ada angin kencang atau bahkan roboh karena gak kuat...
Walau gw setuju jika pelajaran agama di sekolah ditiadakan, tapi untuk situasi di Indonesia saat ini hal itu belum bisa dilakukan dan mungkin malah akan memicu pertikaian. Untuk sekarang lebih baik jika model pendidikan agamanya yang diubah. Tidak lagi fokus ke ritual-ritual dan simbol-simbol bel...
Omonganmu itu berlaku juga untuk kamu, pak.. Kesalahan perencanaan penganggaran yang terjadi sampai sebanyak itu seharusnya diakui dulu, akui ada kelalaian dari sisi pemprov. Bukannya malah ngelempar kesalahan ke sistem sekalian nyerempet nyalahin gubernur sebelumnya. Smartphone atau smartgadget y
fintail sunny.wijaya menurut gw sih keduanya. Dari pengalaman gw berurusan dengan PNS, ikut rapat dengan mereka, perhatiin cara kerjanya, dengerin obrolannya, memang SDM di pemerintahan itu seringkali kurang terlatih bahkan untuk mengerjakan tupoksinya sendiri. Banyak gw temui level kepala seksi ...
beritafilistin scorpion14 yak betoel. Prosedur atau alur kerja atau SOP harus benar dulu. Sistem digital ini kan didesain hanya utk melengkapi dan mempermudah kerja manusia, bukan untuk menggantikan fungsi manusia. Pak Anies ini antara gak sadar itu atau emang gak mau tahu atau lebih parahnya lag...
beritafilistin Dia berharap sistemnya udah canggih, jadi gak perlu repot-repot cek ulang manual mantengin ribuan input. Utk kondisi sekarang sih gak bisa. Sistemnya gak secanggih itu. Nyalahin sistem memang konyol, ni apalagi kesannya dia mau nyalahin pendahulu-pendahulunya yang mewariskan sistem d
Menurut Anies, sistem e-budgeting, memiliki kelemahan teknis di mana Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI mau tak mau harus mengisi semua komponen penganggaran secara spesifik sekalipun belum ada pembahasan dengan DPRD. "Kegiatan sudah ditentukan, misalnya pameran atau pentas musik. Itu ad
Sejauh ini memang seperti itu sih sistem-sistem digital di pemerintahan. Memang tidak smart, baru sekedar digitalisasi saja sehingga peran manusia masih sangat besar untuk mendapat hasil yang bagus. Jadi jika garbage-in sudah pasti dapatnya garbage-out. Gw sendiri jengkel dengan mekanisme pengang...
..Dia pun menegaskan bahwa dirinya tak ingin dianggap sebagai Menteri Agama Islam, melainkan Menteri Agama Republik Indonesia. Mengingat agama resmi di Indonesia tak hanya Islam. "Tapi memang kita harus sepakat bahwa teman-teman tanya 'Pak Fachrul Menteri Agama ya?' Iya, tapi saya bukan Menter
Kasih gw laporan keuangan lo deh, biar gw liat 111 juta itu larinya kemana saja. Apa seperti klaim lu untuk membantu warga, mengurusi kebutuhan warga atau malah lebih besar jatahnya untuk pemenuhan kebutuhan pribadi dan keluargamu. Sekalian sama jadwal dan laporan kinerja. Gw mau liat wakil rakyat
https://s.kaskus.id/images/2019/10/16/3386442_20191016052059.png:1thumbup UMP DKI Jakarta tiap tahun juga naik yak. Ini bukan prestasi. Kalau mau hitung besarannya, 2017 ke 2018 naiknya kisaran 8%. Sebelumnya di tahun 2015-2016 pernah naik 15%. Jadi kenaikan UMP itu bukanlah prestasi. (Di sisi lai
Pemberitaannya cuma secuil, dipotong nih. Di detik ada laporan yang lebih lengkap. Detail surveynya: survey melakukan pembagian responden menjadi 2 grup dengan masing-masing grup dibedakan perlakuannya. Satu grup dicantumkan program kerjanya dan nama gubernurnya sedangkan grup satunya lagi tidak me
mony3sia 72an Kenapa elu jadi double standard? Awalnya elu bilang kalo orang beragama karna pengaruh agama, dijebloskan dalam agama orang tuanya. Tapi kalo atheis, proses diajarin dalam keluarga tidak langsung membuat orang tersebut atheis? Elu punya keluarga yang tinggal dalam lingkungan atheis g
coworkingspace Melalui proses diajarin itu gak akan langsung seseorang jadi orang atheis, pasti via mikir dulu. Mau terima atau ngga dengan apa yang diajarkan itu, diolah dulu, berpikir, baru kemudian per individu memutuskan. Makanya gw bilang dalam hal beragama atau nggaknya seseorang, mau berpi...