Salaman dulu.... :shakehand2 Alkisah, Jepang ketika terjadi gampa dan tsunami sekian tahun lalu, diikuti bencana nuklir Fukushima, masyarakatnya tetap santuy, gak sampai rush seperti di sini. Mereka umumnya terbiasa memikirkan orang lain. "Kalo gw beli beras lebih dari sekarung, yg lain gak b
Sak madya wae lah Mad... Nek memang bukan ahli medis, yo gak usah ngomyang soal medis. Konsen di agama wae. Mbangane kebablasan, disuntak kowe mengko :shakehand2
Isu penindasan umat Muslim di luar negeri buat FPI fungsinya cuma satu: alat menjaga eksistensi. Minimal = keluarin pernyataan protes. Maksimal = demo (kalo ada yg nduitin). Yang penting BRANDING, bro! FPI gak boleh hilang dari mindset masyarakat Indonesia. Tar sewaktu-waktu diperlukan, tinggal di
Di Indonesia ini gak ada satu pun orang waras yang niat mempertentangkan Pancasila dengan agama. Gak satu pun! Kecuali, orang-orang yang gak waras, yang membajak agama jadi kendaraan politiknya. Mereka selalu mengangkat isu pertentangan Pancasila dan agama. Ini isu lama yang muncul sejak zaman Soe
Ngomong2 nggak ada orang Imigrasi nih yang baca trit ini? :) Tadinya ane juga mikir, mungkin sikap "dingin" mereka itu karena SOP. Mereka dilatih untuk mendeteksi anomali di setiap penumpang yang lewat di posnya. Salah satu cara untuk membuat orang yang bermaksud nggak baik agar nunjukin
Zielregent Sangat setuju, Om. Masalahnya masyarakat kita begitu denger kata "sekularisme" ("sekuler") langsung mindset-nya negatif (sama kayak denger kata "komunisme"). Nggak nyalahin juga sih, itu karena puluhan tahun di-brainwash dengan positioning Pancasila yang s
Itu kenapa seolah marxisme dianggap aliran yg mendukung ateisme. Lalu komunis yg mengusung ajaran marxisme ikut-ikutan dicap kagak beragama. Jadi orang kita tahunya cuma klo komunis, pasti gak beragama :ngakak Padahal maksudnya (klo mo mikir lebih dalam lg), agama itu dianggap candu, yg meninabobo
Anak itu nggak lahir langsung jadi beringas kayak gitu. Pasti ada tahapannya. Dimulai dari larangan ini itu, lalu intoleransi, serba gak toleran ke macam-macam hal, dilanjut dengan mulai kemasukan virus radikalisme. Step by step. Dan cara paling gampang untuk masukin: numpang pakai agama. What e
Banyak bacot. Emang terowongan itu keluarnya langsung di mimbar masjid Istiqlal??? Trus yang sisi Katedral langsung nongol di altar, gitu? Ya enggaklah. Kalo ngomong melanggar "batas suci", selama ini masjid-masjid bersejarah yg jadi ikon di daerah-daerah juga gpp kok dimasukin non-Musl
Ini masih di internal partai, gimana kalau udah masuk ke Senayan? Benar kata alm. Gus Dur, "DPR kita nggak beda sama taman kanak-kanak..." :travel
Intinya, para kadrun mulai merayap keluar dari liangnya, setelah membangun basis masa, dan mulai mengganggu organisasi-organisasi Islam mainstream. Pelan-pelan menanamkan (membalik fakta) bahwa mereka yang sesat, dan kami yang benar sesuai akidah. Digelitikin dulu, lalu digoyang, lama-lama digedor
Hanya Gusti Allah yang tahu hati manusia, termasuk ketulusan dalam mendekatkan diri padaNYA. Manusia? Hanya ciptaanNYA yang amat sangat kecil dan fana, hingga tak sedikit pun punya hak untuk menilai keimanan sesamanya. :travel
Tergantung siapa yg baca, mas bro. ISIS eks WNI, klo yg baca masih waras, artinya mrk bukan WNI lg. WNI eks ISIS, klo yg baca kadrun, krn masih ngarep.com mrk jd WNI lg (dng alasan dah keluar dr ISIS) :ngakak
Do not feed the Roy the "Troll". Sengaja nge-twit dengan harapan bisa viral (semua yg berbau PKI pasti viral di Indonesia), lalu nama Troll yang sudah tenggelam ini bakalan muncul lagi di benak masyarakat. Arep polah opo maneh, Om KRMT? :ngakak
Jenderal! Kalau sudah "dilarang bicara", itu etikanya Anda juga tidak boleh bicara ke publik bahwa Anda dilarang bicara! Begitu, Jenderal! :cd
Yaa...yaa...yaa... diteliti dulu, kombatan, tempenor, agitator, ideolog, blablabla. Pokoknya yg lulus masuk Indonesia = sudah aman, gitu toh? Cuma wanti-wanti aja, beda sama dokter yg meneliti penyakit, kalau ini yg diteliti adalah otak, alias pola pikir, alias mindset. Hanya mereka dan Allah yan