Anda keren bikin riset ini, sist :1thumbup Ane pernah riset sosial jg tp utk dating app mancanegara. Gejalanya sama dng yg sist temukan, hanya mereka lebih complicated krn ngikut budaya masing². :shakehand2
Buat apa? Kalau malam, kalian bocah² PSI bisa tidur pulas, itu karena apa? Negara damai. Negara damai karena apa??? Tar klo perang beneran, mewek, nyalahin pemerintah, gak bisa jaga rakyatnya... :cd:
Berlin vs Frankfurt. Mana yg ibukota Jerman? Mana yg jadi world city dan ekonominya berkembang? :travel
Kepala.Jenggot anti.liberal Dulu beberapa sekolah katolik Jesuit juga bebas, Om. Kanisius, deBritto dsb. Nggak tau klo sekarang.
"Jangan menyembah berhala." Semua agama samawi mengenal ungkapan ini. Sayangnya, di zaman ini, Agama itulah "berhala" yg sesungguhnya. Paham??? :travel
c2tama Ya, tapi beberapa (beberapa belas) memang bener² susah carinya. Dulu jg ada beli VCD b***kan via web, namanya VCD FESTIVAL (klo inget). Tapi hasilnya banyak yg ancur :ngakak
Sebelum era ini masih ada lagi era laser disc, yang cakramnya lebih gede, diameter 30 cm :ngakak Tapi era ini gak berlangsung lama, krn player-nya dan disc-nya juga mahal. Kalah praktis jg ukurannya sama VCD. Dulu biasanya sewa VCD, pilih film² box office, smp rumah gak ditonton, tapi di-burn biki
Bisa guyur cendol, tak guyur deh Om TS-nya. Sekali lagi dan gak pernah bosan: HOME EDUCATION!!! Home education kita skr udah gak tau ke mana. Begitu gede dikit, anak dipasrahin ke institusi, mulai dari sekolah, kursus, sekolah minggu, guru ngaji, pesantren, dan apa pun itu, dng harapan anaknya ja...
Sampai bikin hoax soal masjid segala? Volume otak dan kedalaman wisdom-nya benar² hanya sebatas jumlah follower dan like-nya aja. :cd:
Serupa tapi tak sama dengan Om Hitler dng policy-nya utk menciptakan ras murni Aryan, yang menurut doktrinnya adalah ras superior. Di zamannya, mereka yg cacat fisik, keterbelakangan mental, berpenyakit yg tak bisa disembuhkan, dsb., juga "disingkirkan", rata-rata dipakai utk bahan eksper
Masalahnya, dalam setiap flight, pesawat hampir gak pernah diisi penuh avturnya. Pasti hanya diisi cukup utk terbang sampai bandara tujuan, ditambah sekian kg utk taxing di bandara asal dan bandara tujuan, plus sekian kg lagi utk reserve kalau harus diversion (ganti tujuan) ke bandara lain dalam ko
Ini beneran 10 atau hanya 8? Al Boraq/Maroko itu bukannya pakai KA TGV Prancis? Lalu AVE/Spanyol itu pakai ICE Jerman. Mereka klo gak salah cuma beli teknologinya aja. Sama kayak KA cepat bandara KLIA ke Kuala Lumpur, itu beli sistem KA commuter Jerman. Lalu nanti KA cepat Indonesia, itu pakai
Penyakit kronis masyarakat Indonesia yg katanya sopan santun, ramah dan beradab: paling semangat ngurusi orang lain, sampai yang paling pribadi, termasuk agama. Kalau nggak seperti itu, pasti dicap "...nggak mau bersosialisasi..." Kupret. :travel