Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah
Untuk apa drama karena ini benar adanya. Terimalah dengan ikhlas dan lapang dada, percayalah yang terbaik sedang dipersiapkan
Berat sama dipikul ringan sama dijinjing Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah
Widurapun kemudian melihat-lihat keadaan laskarnya, melihat mereka yang dengan lahapnya menelan segumpal demi segumpal nasi ke dalam mulutnya, namun ia melihat juga beberapa orang yang terpaksa disuapi karena lukanya yang parah.
Orang-orang yang terluka itu menjadi agak terhibur juga hatinya. Namun betapa mereka mencoba makan sebanyak-banyaknya, namun leher mereka serasa kering dan tersumbat.
Meskipun menurut perhitungan Widura, laskar Tohpati itu tidak akan segera datang kembali, namun ia tidak mau kehilangan kewaspadaan. Ditempatkannya beberapa orang pengawas di luar Kademangan Sangkal Putung, dan dinasehatkannya kepada setiap anak buahnya, supaya tidak melepaskan senjata mereka, me...
Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah
Berat sama dipikul ringan sama dijinjing Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah
Untuk apa drama karena ini benar adanya. Terimalah dengan ikhlas dan lapang dada, percayalah yang terbaik sedang dipersiapkan
Sebentar kemudian, sampailah saatnya laskar yang lelah itu menerima makan mereka. Tidak saja mereka yang bertempur di simpang empat Pandean, tetapi semuanya yang berada di kademangan itu mendapat bagiannya.
Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri sesenang-senangnya hidup di negeri orang, lebih senang hidup di negeri sendiri.
Widurapun kemudian melihat-lihat keadaan laskarnya, melihat mereka yang dengan lahapnya menelan segumpal demi segumpal nasi ke dalam mulutnya, namun ia melihat juga beberapa orang yang terpaksa disuapi karena lukanya yang parah.
Tetapi Widura itupun kemudian menjadi cemas. Apabila orang-orangnya dan orang-orang Sangkal Putung terlanjur mempunyai anggapan yang keliru terhadap Agung Sedayu, maka akibatnya akan dapat menyulitkan Agung Sedayu sendiri. Meskipun demikian, Widura tidak dapat mencegah mereka. Ia sama sekali tida...
Orang-orang yang terluka itu menjadi agak terhibur juga hatinya. Namun betapa mereka mencoba makan sebanyak-banyaknya, namun leher mereka serasa kering dan tersumbat.
Meskipun menurut perhitungan Widura, laskar Tohpati itu tidak akan segera datang kembali, namun ia tidak mau kehilangan kewaspadaan. Ditempatkannya beberapa orang pengawas di luar Kademangan Sangkal Putung, dan dinasehatkannya kepada setiap anak buahnya, supaya tidak melepaskan senjata mereka, me...