bagus sih gak masalah harga semua bahan bakar naik, perusahaan plat merah memang harus memonopoli lagian kan SPJ menteri dan pejabat dibawahnya juga ikut naik. sudah ga usah dipermasalahkan lagi:wakaka :wakaka :wakaka
Ada 2 hal: 1. Bubarkan IDI 2. Dukung Terawan 1. sederhana aja, IDI gak akan bisa bubar selama negara ini masih butuh Kedokteran 2. Silahkan dukung, jangan lupa penelitian kedokteran yang menyangkut manusia urusannya memang ribet, dr. Terawan aja yang kayaknya kagak mau ribet, maunya sak det sak ny
ane mencoba sharing aja: 1. dalam penelitian kesehatan ada yang namanya Ethical clereance, sebelum memulai penelitian, nah penelitian DSA dr. terawan ini tidak lolos Ethical Clereance, ada isu etis yang dilanggar, namun tetap dilakukan penelitian,makanya dibilang ethical misconduct, isu etik yang...
pimpinannya kan memperbolehkan keturunan eks PKI ikut seleksi, artinya dengan berbagai persyaratan memang diperbolehkan, kalaupun punya paham PKI akan kelihatan saat mengikuti TES
ane ga perlu lihat data BPS, namanya data bisa dirubah sesuka hati, kalo bilangnya jawa tengah mungkin benar, tapi jika dilihat per daerah maka ada ketimpangan, ada yang rendah banget, ada yang tinggi banget. memimpin propinsi kan bukan soal ibukotanya aja, jadi jangan jadikan data angka untuk memb
njawab judulnya aja : " sesuai Konstitusi, TIDAK BISA", mau rubah konstitusi maka rubah semuanya(Undang-Undangnya), baik dari legislatif, eksekutif, dan yudikatifnya jika ini terjadi, bukan karena mungkin memang beliau bisa, tapi berarti akan muncul rezim yang dulu pernah ada, dan tidak a
kenapa yang di nyinyirin cuma orang2 yang mereka sebut sultan, ane ga tau, apa ga berani atau takut, ga ada pejabat yang di nyinyirin, kalo cuma minta cek pajaknya pegawai pajak mungkin juga ada yang ngemplang pajak, bayar pajak tapi aslinya kurang bayar
artiis adalah dari kata Art atau seni, seni kalo ga di lihat orang maka gak dapat cuan, dilihat aja juga belum tentu ada yg mau "beli", jadi "penjual"nya harus bikin "pembeli" liatin terus itu seninya sapai akhirnya di "beli", habis itu, jualan lagi dengan ...
mungkin maksudnya, renang jangan jadikan tes masuk, tapi ketika sudah masuk, harus bisa berenang, setidaknya tidak tenggelam soal PKI ane setuju, ane malah lebih ke paham radikal yang berbahaya TNI bukan hanya pasukan perang, tapi TNI bagian perdamaian dunia
tidak ada masalah membaca kitabsuci (Al-Qur'an) dimana aja asal bukan tempat yang bernajis, ente2 mau bacanya bersama2 di sepanjang jalan atau trotoar bahkan pasarpun boleh ingatlah juga, bahwa ente2 ini yang membaca Al Qur'an di jalan Malioboro berada di lingkungan yang ada aturan tidak boleh mela
Pak Ibrahim jangan lupa ya, azab juga ada, jika tidak didunia yaa bisa diakhirat, jalanilah hidup hedonmu di negara sana ya pak, berbahagialah, dan gunakan semua uangmu untuk hidup bahagia di negara sana, kami muslim Indonesia tidak mengharapkanmu hidup bersama kami, bahkan ada yang gak mengharap...
ah..bosan, dari dulu gini mulu, yang benar2 ane rasakan perubahannya yaa jaman jokowi aja, karena terlihat "apakah hasil pemilu nanti akan ada perubahan yang lebih baik lagi??? ntahlah" inilah masalahnya, meskipun tau orangnya, kita gak tau kiprahnya untuk kesejahteraan masyarakat, taupu
ane gak tau kalo habis menang gitu trus ngapain model2nya, tetep kan jadi model??? ilmu apa yang didapat dari ajang beginian juga apa profesi kah? atau hobi kah?
udah mbak kuliah aja yang bener, sambil kerja di emporium atau cari pelanggan di rinjani, habis ujian main2lah ke babyface cari temen yang banyak, biar kalo pas mabuk ada yang nganterin pulang, tapi ane gak jamin habis itu diapain aja yaa
buat para pemeluk non muslim mohon hati2 dengan orang ini, dasar ucapannya adalah pemikirannya dia sendiri, bukan belajar dari buku dan sejarah pokoknya hati2
ane gak tau ini kenapa, apakah karena programmer ASIX sendiri yang kurang mumpuni, atau memang token ini kurang banyak disukai yang jelas, membukan token bukan hal mudah, perlu pembelajaran mendalam, banyak istilah2 permainan online ini yang harus dipelajari secara matang ane rasa anang bukanlah s
dolobkairun yes ane sendiri juga baru cek ternyata masih sedikit penelitiannya, untuk sekelas rektor kayaknya masih harus ditambah
kodokuper harus scopus atau tidak, kayaknya masih tergantung dimana ambil program doktoralnya, tapi dari aturan terakhir dari LLDIKTI publikasi harus yang sudah akreditasi, tidak mensyaratkan harus sinta berapa, tempat ane sinta 3 bisa untuk mengajukan jabfung, tapi kalo untuk AA keatas kayaknya ...