bukan tidak percaya, hanya sulit dipercaya, ane pribadi kurang sukak sih sama model ustad macam begini, udah masuk ranah tanpa dasar yang jelas dan kredibel, apa hubungannya dengan kehidupan kita, tanpa yakjuj makjuj pun kita harus tetap hidup seolah-olah esok akan kiamat, kurang relevan aja sih ...
ga bisa bikin paspor ga sih? atau habis oplas bikin foto paspor baru? kok bisa sih, berangkat ke LN dan pulangnya pake wajah beda tembus imigrasi??
mau review produk harus ijin dari perusahaan produknya, mau review jujur atau tidak juga harus sesuai kontrak atau perjanjian dengan brand, tudak asal Nyeletuk di sosmed, apalagi memukul rata seolah olah review dari semua orang sama dengan dia
ini tuh gimana, top up kena pajak, kok jadi diktaktor gini negaranya, buat ane pribadi, mana yang namanya negara demokreasi sesuai konstitusi, kedaulatan di tangan rakyat mbahmu
katanya kemarin bilangnya tenang aja, biarkan netizen2 ngomong semuanya, nanti kita lihat...bla bla bla ternyata frustasi juga doi
ga ada masalah beli pornografi, yg masalah adalah lu orang indonesia dan ktp lu WNI cara cowok cari kesenangan disaat tidak ada pasangan ya gini, cuma masalahnya ya itu lu WNI
.... jika tanggal 11 Presiden Joko Widodo mundur, maka pada tanggal 12 kita akan punya pemimpin baru. kekanak-kanakan
dari Al Qur'an kita belajar bahwa membaca itu harus tuntas, dari awal sampai akhir agar bisa ditafsirkan lalu mengerti, lalu coba memahami, biar tidak kemakan arti harafiah per ayatnya jadi kalo baca sesuatu juga harus ditafsir, lalu mengerti apa isinya, lalu memahami, biar gak kemakan berita hoax
betul, pelaku korupsi ada hukumannya, tapi gak ada resotrasijustice untuk korban korupsinya, bayanginnya aja, korban korupsi bansos, harus diganti sama negara
kalo iya kenapa? kalo.nggak kenapa? apa jawabannya bisa nurunin harga bahan bakar mijyak dapur dan kendaraan?? (sambil rebahan dan berfikir)
Jangan ber-andai2 dulu sama mantan napi korupsi (politik), praktisnya, lu punya circle politik, 1 orang korup, lainnya pasti kebagian dan tau kalo itu korupsi
KodokBuluw yes betul pada akhirnya jadi tidak etis karena pada persetujuan etis ada namanya monitoring dan adverse eventnya juga harus dilihat, jadi tidak sertamerta dapat persetujuan etis trus bisa melenggang gitu aja