Dari zaman Soekarno, Soeharto, Gus Dur, mengalah kepada radikal selalu di nomer satukan, alasan klasik takut terjadinya perang saudara, rakyat luas yg jadi korban. Adakah pilihan lain untuk keluar dari kemelut demi kemelut, tanpa jatuh korban?! Seperti simalakama, tapi harus dipilih, apapun hasil...
Dia lupa diri, dipikir loe tidak punya atasan yg mengatur tingkah laku dan merasa Gubernur rasa Presiden...ini tugas Mendagri mestinya...
Alumni keterikatan almamater?! Profesionalitas atau ambisi partai berebut kuasa?! Datangi pemerintah dengan kajian yg sahih, dengan niat mengedepankan manfaat drpd mudharat untuk masyarakat... Biar masyarakat luas yg menilai, Jangan cuma menawarkan hanya wani piro....?!
Ya kalo ga bener laporin polisi, kok malah bantah dimedia, atau bikin press conference menolak kajian tersebut?! Atau debat publik di TV
Blunder politik, krn kutip ayat agama Ahok masuk penjara, Anis melanggar instruksi Presiden, penjabat pemerintahan dilarang menggunakan istilah pribumi dan non pri...entah apa sanksinya...