Dalam penanaman ideologi, hal tersebut normal. Bahkan untuk ideologi era modern skrg yg diluar konten agama sekalipun. Apa situ gak nyampe kesana atau picking cherry? :D Kalau situ masih menerapkan standar dalam sudut pandang dosa terendah manusia beragama adalah menghukum dan membunuh, lalu baga...
Karena Atheis wannabe memiliki motif yg berbeda. Melakukan kesalahan namun tak ingin terikat dgn konsep dosa. Malah atheis wannabe yg rentan dgn megalomania pun jg tidak mau terikat dengan konsep social judgement yg para Atheis sendiri masih memberlakukannya untuk mempertahankan tujuan humanisasi...
Kan udah gua bilang, Atheis itu ada yg tingkat wannabe. Kalo kredibilitas situ kurang bagus dalam bidang teologi (zero paper, karya tulis ilmiah dan selevel atau diatasnya yg relevan lah minimal, jgn linier) dan mengklaim Tuhan itu tidak ada. Silahkan simpan sendiri. Kalau memaksa orang lain meng...
Tidak ada bukan berarti semuanya ditolak masuk pada ranah sains. Pembahasan Tuhan ada dan tidak itu memang tertolak karena masih brsifat kontinyu. Believers nya masih ada, non-believers nya pun ada. Tp unicorn? Coba buka2 lg xenologi nya, itu dipengkolan dikit nemu sub-forumnya. Fakta ilmiah buka...
Belum ada, bukan tidak ada. Selama situ berpegang teguh pada yg namanya sains, situ harus berpegang teguh pula dengan sifatnya yg liquid. Bertambah, berkurang, menguatkan, membantah :D Adanya klaim gua berlindung dibelakang pembuktian Tuhan gak ada karena meyakini gua adalah seorang believers, me...
Jadi jika non-believers sudah mengklaim Unicorn gak ada tp masih nanya2 unicorn exist or not Artinya same shit different toilet? :D
Gua gak ada urusan sama dia dan empiristik manusia dalam belajar yg mempengaruhi retorika itu beda2 jd gua rasa gak perlu :D
Kenapa nanya ke gua padahal pertanyaan gua belum ada yg jawab? :D Kalo situ mau antlioning, silahkan ke yg lain yg secara gamblang klaim bahwa Tuhan itu ada. Complex questioning kek gitu gak ngefek ke gua, karena gua hanya mengklaim "Theis gak bisa membuktikan Tuhan itu ada, Atheis gak bisa ...
Ini lah kenapa gua gak mempermasalahkan Sama seperti sikap gua terhadap syiah bahkan yahudi di Indonesia sekalipun. Jd ngapain malah sibuk menanyakan Tuhan itu kagak ada kepada believers padahal dirinya sudah mengklaim Tuhan itu gak ada. Apalagi jika didasari motif cuman dapet kepuasan diri setelah
Karena yg mengklaim yg punya teman bernama kelilipan duren itu hanya situ. Dan situ gak bisa membuktikan bahwa dia eksis baik secara individu, maupun berkelompok dan situ jg tidak memiliki validitas serta kredibilitas apapun dalam pembuktiannya. Jd masuknya ranah delusi, gejala megalomania gitu :D
Nope, sains itu bahas segalanya. Karena kedua hal tersebut sulit dipisahkan. Gua gak tau pemahaman situ mengenai sains mentok disebelah mana. Bahkan klaim dasae "Tuhan ada dan tidak ada" yg menggambarkan Tuhan dalah subjek dan objek itu harus dibuktikan dulu. Say it to non-believer. Kar...
Yap, karena situ meminta gua untuk "menganggap" temen situ itu eksis. Dan, situ gak ada pembuktian bahwa temen situ itu eksis. Jadi, jika klaim situ gak benar. Selamat, anda berdelusi.
Teologi? Apa mau dinafikan? Bahkan ratusan prodi dan jurusan dengan landasan teologi apa mau gak dianggap? Lucu ketika melihat seorang yg mengklaim dirinya "i always talk based on science" namun menafikan lembaga akademik yg sudah pasti berlandaskan keilmuan. Klaim Tuhan itu tidak ada y...
Nope, ada bukti bahwa saya disini mengklaim Tuhan itu ada? Science its not a joke, man. Even joking made by science.
Gua udah membuktikan kok, dengan apa yg gua ucapkan namun situ gak ngerti sama sekali atau situ menafikan fakta yg ada. Karena situ terlalu bergantung kepada orang lain baik untuk membuat klaim dan membuktikan sesuai dgn apa yg situ mau. Kebiasaan orang yg suka antlioning kan seperti itu, gak apa...
Nah kan td gua udah blg Andalan Atheis wannabe itu kan burden of proof Tp ketika fallacy itu dikembalikan kepada wannabers tersebut oleh orang yg tepat kayak gua yg gak pernah menyatakan disini bahwa Tuhan itu ada. Malah balik kebingungan. Gak baik buat mental sih, kecenderungan megalomania nya k...
Gua udah buktiin kok, kalau gua selaku pemilik akun kelilipan.duren dan pemberi pernyataan yg identik dgn apa yg lu tulis bukan temen elu. Tinggal acceptance elu aja, mau atau nggak Kalau nggak ya terserah, kan kualitas manusia dalam berfikir dan menyadur berbeda :D
Jika masih menggunakan paradigma post-modern sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Bisa seperti itu. tp sayangnya post-modern adalah paradigma gagal dan usang. Sekarang era post-positivisme dalam sains. Orang yg mempertanyakan klaim gak bisa selama2nya bersandar penuh terhadap pembuat klaim. Kasarn...