Umur 55 anaknya umur 24. Masa iya umuran segitu ga bisa puter otak cari uang? Ngojol kek, jualan jajanan kek, jadi PRT kek, atau apalah. Teman gue cewek ada yang cerai beranak, kayaknya malah tambah melejit karirnya. Suaminya gue lihat malah jadi blangsak.
Yah yang begini dikasih platform, diencourage juga sama audiencenya. Tapi abang ojolnya kelihatan happy-happy aja itu. Mungkin TSnya iri ga dikasih yang enak-enak sama Erika.
Ga pernah peduli sama hal-hal seperti ini. Yang penting makanannya enak, dan kalau makan di tempat, tempatnya nyaman. Ya kan sama aja jadinya mau makan spaghetti pemilik restonya harus orang Italia.
Gue udah pakai GoPay Pinjam dan GoPay Later berkali-kali. Engga pernah ada masalah. Sekarang juga bahkan 3 ngasih fasilitas pinjaman uang juga (aplikasinya bisa lewat Bima). Yang gue heran justru orang-orang bisa apply ke pinjol ilegal itu dengar/tau darimana. Kalau pemakaiannya kayak orang gila
Engga pernah ngerti appealnya TikTok itu apa. Mungkin bahan cholaynya gen-z. Lebih suka YouTube shorts.
dabbrains pheeroni Average income Onlyfans creator itu $100-$200 per bulan. Itu rata-rata yang solo fighter, tanpa agency. Dibandingin sama Indo juga masih dibawah UMR. Amouranth, Belle Delphine dan Bhad Bhabie itu kasus special. Sama juga dengan kasus-kasus yang elo ceritakan diatas. Bayangi
Pernah nyoba dengan filter/sorting harga terendah dulu. Tokonya amburadul, servicenya payah atau barangnya ga sesuai. Kalau engga mau drama beli barang online, lebih bagus sorting berdasarkan pembelian/rating. Beda berapa puluh ribu. Daripada nyesal.
Kasus pelakor yang salah ya si lakinya dong. Kenapa mau nerima. Heran juga tempo hari nemu video orang ngegep ceweknya selingkuh. Yang digebukin malah lakinya.
Ngebesarin anak itu mahal. Dan rata-rata orang yang punya anak itu lebih karena peer pressure atau dorongan dari agamanya. Pas pacaran ditanya kapan merit. Pas merit ditanya kapan punya anak. Pas punya anak ditanya kapan yang kedua. Gitu aja terus. Kalau memang mau punya anak, setidaknya perti
Inilah kenapa bisnis brick and mortar udah ga sexy lagi buat gue. Begitu buka, breakeven aja belum preman langsung ngerubungin. Belum lagi drama sama pemerintah/aparat daerahnya.
pheeroni Ya taruhlah memang demikian adanya. Kalau begitu kenapa itu para talent ga jalanin sendiri aja? Modal "cuma kamera dan internet cukup". Yang openbo dan kerja jadi pramuria juga tinggal alih profesi aja. Lebih aman dari STD, jauh dari abuse tamu yang sakit jiwa, bisa dilakukan
Engga perlu perusahaan pornografi, tapi memang kenyataannya seperti itu. Di perusahaan normal juga sama kan? Perusahaan ngeraup untung milyaran sedangkan pegawainya digaji UMR nyengir aja. Sama juga seperti driver ojol/taxol. Perusahaan bantuin mereka cari penumpang. Cut terbesar ya ke perusaha
Gue berharap NFC yang bakal jadi standardnya. Tinggal tap aja. Tapi ternyata QR yang jadi standard. Anyway kapan Google Pay dan Apple Pay masuk sini? Praktis ga usah bawa dompet, yang penting HP di tangan dan tinggal tap aja pakai HP. Yah bisa juga dengan QR tapi lebih enak NFC seharusnya.
Indonesia masih bergelut sama masalah perut. Belum perlu sama yang namanya R&D. Kategorinya masih negara berkembang/Dunia ketiga kok.
Ga ngerti juga ini maksudnya apa. Tapi popular banget. Sama kayak meme SCP. Mungkin semacam fanfiction yang berevolusi jadi universenya sendiri.
fareedh.perdana Nah ini mulai keluar pembela gacha. Argumennya sama semua dimana-mana. "Tapi kan tetap dapat item". Iya tapi item yang lu dapat bukan yang lu mau kan? Dibandingkan spend $60 buat AAA lu malah dibuat penasaran sama game sampah dan spend sampai ratusan dolar buat ngegacha ...