bray inget mati ya bukan pingsan atau dibius tapi mati yang mana setelah mati kembali ke kepercayaan masing2 apakah betul anda siap?
para netizen (buzer) itu profesional, bahkan yang dari parti sebelah rumahnya hampir tenggelam di bekasi pun tetap komentarin dki..
saya rasa memang betul, tapi kl banjir yang sampe seminggu, 2 minggu gak kelar2 gitu maksudnya gak ditolong Allah ?
komen saya masih sama di kamar sebelah, uu ite gak perlu direvisi, justru penegakannya yang harus satu visi dan misi dari kapolri jgn pendukung gak diproses, ataupun diproses tapi lama banget ujung2nya menguap sedangkan oposisi diproses atau bahkan dicari2 kesalahannya. dah diawal2 kapolri dah b
Sisa sebagian besar dari sangat banyak tetaplah banyak.. Bkn doain tp jgn berharap di indo april kelar,, Ada jg makin naik,, Diawali dengan data yang gak jelas, Hingga para penolak vaksin Komplit dah.. Aslinya mah kl bener2 dibuka bisa berefek pd kmungkinan april trun
udah banyak korban kayak gini, akhirnya kena batunya juga, yang main dipinggiran coba tangkep2in pak terutama dev bodong
Memang kenyataannya seperti itukan, Lihat saja kasusnya ade, ds yang bertahun2 gak jelas, Atau gub itu yang bilang bunuh2 Mana tersentuh.. Uu ini sudah sangat bagus, Cm masalahnya masih ada oknum yang masih blm bisa tegas, Contoh 1 kasus dimana ini terlapor lgs dipanggil Tapi dikasus lain justru
ini mah gak sejalan dengan revolusi mental nya jokowi, dijamin 100% pemulung akan banyak membanjiri jakarta dan bekasi untuk 2 tahun kedepan, dan itu sudah dibuktikan dilapangan, makin kesini makin banyak pemulung yang seliweran bahkan di jalan2 besar, itu diseberang museum polkis atau depan kanto
ya biasa calon menteri untuk presiden baru jadi harus sering2 goreng biar gak oot (Tahun) 2004 ya, setelah menang, bukan menang, lolos dalam pemilu legislatif, dapat 7 sekian persen, saya ketemu SBY empat mata juga, disaksikan Pak Hadi Utomo," kata Marzuki, yang mempersilakan pernyataannya dik
w dipancoran sering lihat bagus banget, nanti kapan2 w fotoin.. tapi memang gak sejernih itu sih.. atau karena mata w minus
gak ada sejarahnya dki dipimpin wanita, jadi sepertinya akan sulit.. mau nyari suara emak2 tapi tipe emak2 di jakarta sangat majemuk, gak kayak di wilayah surabaya,
gak usah takut sama gelar honoris, dia gak diakuin secara legalitas, contoh misal staffsus menteri harus honoris, gak ada itu, itu gelar yang tidak terlalu ngaruh yang jadi hilang marwah adalah alumni, dosen, maupun mahasiswa yang berpolitik praktis, padahal salah satu pilar kebangkitan indonesia