- Kebijakan tidak stop penerbangan internasional salah. - Kebijakan influencer untuk promosi pariwisata salah. - Kebijakan kalung kalung anti corona salah. - Kebijakan ganjil genap salah. - Kebijakan mendorong masyarakat berwisata saat long weekend juga salah - Kebijakan melonggarkan PSBB juga sa...
Kalo gue sih mikirnya Anies ini gebrak duluan lgs umumin PSBB, lebih gampang minta maaf daripada minta ijin. Kan tau sendiri, mau genjot ekonomi diatas penderitaan rakyat.:nohope
Maen tank kok dijalan raya, ada2 aja.. BTW SIM jenis apa tuh boleh bawa tank di jalan? Boleh juga tuh SIM :wakaka
Awas bakal banyak pengusaha pura-pura gak punya duit buat bayar pegawai. Perusahaan lagi untung kemarin-kemarin duitnya dipake buat beli asset, begitu kena krisis, diumpetin tuh asset. :wakaka Harusnya ada blacklist nih pengusaha2 yang udah nyerah gak sanggup 'bayar' gaji pegawai, gak boleh usaha
Waktu dan tempat berantem dipersilahkan. Kalo perlu ganti semua, biar cepet kelar wabah corona, sudah lelah nunggunya. :wakaka
Yang salah adalah penanganan corona gak kelar-kelar, mencla-mencele, ganti-ganti kebijakan, main kalung-kalungan. Investor juga manusia, bisa mikir, kalo corona gak kelar-kelar, apa bisa perusahaan-perusahaan di bursa meningkatkan keuntungan (Q1 & Q2 aja udah sebagian besar labanya rontok cui!)
Mana nih pengambil kebijakan gak ada tanggung jawabnya? Abis salah ambil kebijakan, membisu seribu bahasa, pura-pura gak salah. :cd
Semoga semua penderita covid di Jakarta cepat dapat ditemukan dan diisolasi, agar kehidupan berjalan normal kembali.
Jadi pengusaha jangan banyak ngeluh. Namanya usaha pasti naik turun, kalo gampang semua jadi pengusaha tentunya. Lagi naik foya-foya beli aset gak likuid pake duit usaha sih, begitu turun kelabakan
Kemarin kayanya bilang ekonomi lebih penting, eh begitu ekonomi gak muter2, sekarang bilang kesehatan lebih penting, nanti kalo korban terus bertambah bilang lagi, yang penting 'bisa berdamai'..:cd
Mungkin jujur gak jujur bukan salah satu penting point. Yang terpenting, tahu mana yang harus didahulukan, punya visi jelas apa yang harus dilakukan dan bisa berfikir strategis dan bukan hanya kebijakan sepot-sepot yang diubah dalam waktu singkat. Kalau memang tidak tahu apa yang harus dilakukan, k
Lebih baik diberikan izin kepada pihak swasta untuk menerbitkan stempel halal, agar ada persaingan sempurna dan tidak ada monopoli.