Agak aneh sih ceritanya, tapi ya sudahlah..preman ini, pusing amat..siapa bermain pistol mati karena pistol.
Punya kredibilitas apa nih orang ? PD banget jadi penjamin segala. Kalo kabur juga ntar lepas tangan.
Ini masalahnya adalah manusia suka 'nyuruh-nyuruh' Tuhan pake doa, agar keinginannya tercapai. Padahal sama presiden aja belon tentu berani nyuruh-nyuruh.
Sukarno dan Suharto juga pada jamannya dipuja-puja, tapi apa daya, setelah semua kekuasaan hilang, dicaci maki seluruh bangsa. Ingat manusia bukan Tuhan.
Coba ditanya dulu itu saksi mata, dia lihatnya di alam nyata atau alam baka kejadiannya? Mungkin salah alam..
Ah tidak apa-apa sembunyikan saja, biar nanti sekalian disikat, karena ber-komplot menyembunyikan buronan. :wakaka
Mungkin masalahnya bukan pada cicilan rumahnya, tapi pada pekerjaannya. Buat apa nyicil rumah/apartmen di kota besar (co. jakarta), untuk bekerja dengan gaji pas-pasan. Apakah tidak lebih baik cari pekerjaan yang lebih besar (di jakarta), atau pulang ke daerah asal sehingga tidak perlu nyicil rumah
Apartemen emang ada masa pakainya, tapi bisa diperpanjang, jika dilihat kondisi bangunan masih baik. Untuk yang punya dua unit, sah-sah saja jebol tembok untuk menggabungkan dua unit. Kalo agen properti mengistilahkan dengan unit gandeng.
Menteri menyerahkan diri. Aneh..kalo dia jadi orang terakhir yang menikmati hasil harusnya secara logika dia kan mencoba 'mencuci tangan' bahwa dia tidak menerima bagian. Terkecuali, dia melindungi orang lain yang lebih penting..
Utang gpp asal bisa jadi produktif, masalahnya kalo udah utang dihambur-hambur, sehingga pada saat jatuh tempo gak bisa bayar, bikin hutang baru buat tutup hutang lama. Apa Indonesia sudah begitu ? Kalo suatu saat tidak ada yang mau kasih hutang, baru tahu nanti..:cd
Rakyat cari uang sulit setengah mati, dipajaki, eh uang pajaknya gampang banget keluarnya..untuk sesuatu yang gak penting, "bagi-bagi" duit ntah jadi proyek gak jelas, atau naikin tunjangan dan gaji PNS + DPR, subsidi perusahaan BUMN yang sarang koruptor.. Yang butuh kesejahteraan (TNI/Po
cadangan gak bergantung gaji, tapi berapa banyak yang disisihkan dari gaji setiap bulannya. Ya kalo pake alesan gaji kecil gak cukup buat sisihkan ya selamanya gak bakal punya cadangan.