Dari angka satu sampai sepuluh, aku pilih lima. Karena kebersamaan cinta kita akan berlaku selimanya walau cobaan silih berganti.
Dari angka satu sampai sepuluh, aku pilih enam. Karena enampaknya kamu memang diciptakan Tuhan sebagai pendamping hidupku.
Dari angka satu sampai sepuluh, aku pilih tujuh. Karena salah satu tujuhan mulia dalam hidupku adalah membahagiakan dirimu.
Aku lupa untuk delapan, sembilan, dan sepuluh, karena tiba-tiba cantikmu datang dalam benakku tanpa permisi. Dia mengacaukan, tapi aku suka.
Ada dua jenis cinta: cinta yg patut untuk dipertahankan dan cinta yg harus rela untuk dilepaskan. Ku harap kamu adalah jenis yg pertama.
Lebih baik menjadi yang terakhir, daripada menjadi yang pertama tapi belum tentu menjadi yang terakhir untukmu.
Aku memang jauh dari sempurna, tapi rasa cintaku padamu ini adalah wujud kesempurnaan yang sesungguhnya.
ada akhirnya bukan kita yang menentukan jalan hidup kita sendiri, melainkan Tuhan. Maka dekatilah Dia dengan doa.
Kamu memberi satu alasan untuk tersenyum, kemudian sejuta alasan untuk menangis. Tetapi masih tetap aku pertahankan, namanya juga cinta.