Nemu dimana suami kayak gitu? Sebelum nikah kenal berapa lama? Selama kenal nggak keliatan bibit kasarnya? Terus kenapa setelah nikah dia resign? Setuju sama saran2 di atas, pulang ke rumah ortu. Ya jelas lah dia nggak mau cerai, enakan jadi suamimu, makan ngegame tidur gratis, ada yg layanin la
Ah elah, belum ada yg datang ngelamar ke rumah juga, apanya yg dibingungin. Wajar ibumu yg single parent pengen kamu kerja, mungkin beliau berharap bisa bergantung secara finansial ke kamu saat sudah tua nanti. Kalau kamu nikah, belum tentu kamu bisa kerja. Suamimu belum tentu mau/mampu biayain ib
Good job. Kuatkan hatimu. Tebelin kuping. Apapun yg dia lakukan, jangan mau balikan. Ingat, APAPUN. Semakin lama kamu jauh dari dia, semakin kamu akan ngerasa betapa begonya kamu dulu mau2nya sama cowo nggak waras kayak gitu. Good luck for your future.
Kalau cerita ini real, saranku "belajar bertanggung jawab atas keputusan yg sudah kamu ambil". "Aku sebenarnya nggak cinta, nikah terpaksa karena bla bla bla bla". Sepanjang kamu udah di atas 18 tahun, nggak cacat mental, nggak ditodong pake pistol di kepala atau pisau di leher,
Kalau ada yg bingung kenapa bonus demografi Indonesia belum bisa bikin negara kita maju, inilah jawabannya. Lakukan segala sesuatu dulu, baru mikir kemudian. Ah nggak apa2 nikah sama cowok yg nggak punya apa2, ada aja kok rezeki orang berumah tangga. Ah nggak apa2 kok punya anak sebelum mapan (f
Dia masih punya pilihan lain, jadi nggak mau komit pacaran dulu. Jadi jangan terlalu baper, bisa aja besok tiba2 dia jadian sama cowo lain yg lebih oke. Lagian baru lulus kuliah, nanti di tempat kerja pasti banyak nemu yg baru2, yg lebih bening, yg lebih mapan, yg lebih hebat, dst. Pinter itu dia,
Kamu mau punya suami yg suka jajan PSK nggak? Kalau nggak ya jangan pacaran sama cowo yg suka jajan PSK. Kalau nggak masalah punya suami yg suka jajan PSK ya lanjutkan aja. As simple as that.
Lah salah sendiri kamu pake pura2 nikmat. Kalo nggak enak ya bilang nggak enak. Kritik itu yg bikin orang berkembang. Kalau dia nggak tau mana yg bikin kamu beneran enak, mana yg nggak enak, ya dia mana bisa berkembang.
Kalau kamu beneran bahagia, harusnya orang mau ngomong apapun nggak akan ngefek buat kamu. Kamu masih terganggu omongan orang itu tanda2 sebenarnya di hati kecilmu ada bagian yg setuju sama kata2 nyinyiran tersebut. Kalau pernah dengar pepatahnya "it's hurt because it's true."
Karena nggak gampang makanya kita harus support TS buat putusin segera. Tambah lama pasti bukannya makin gampang, malah makin susah. Memang bukan sedikit kok cerita kayak TS ini. Makanya aku sarankan dia segera putusin, harus langsung cus, kalau dijauhin dikit2 malah makin sakit dan susah. Ibarat
Lah ngapain nunggu2 cari celah? Langsung putusin sekarang juga. Penyakit kok disimpan2. Sampah buang pada tempatnya. Cus putusin, block kontaknya semua. No one needs that kind of negativity in our life.
Astagaaaaa, suram amat sih pacarmu. Putusin sekarang juga. Block semua kontaknya. Bilang sama ortu dan semua orang rumahmu, kalau dia datang suruh pulang. Kalau ngotot nungguin depan rumahmu laporin pak RT, masih ga mempan juga laporin polisi. Mau dia nangis2, ngancem2, atau apapun, jangan digubris
Namanya juga dunia maya. Orang bisa ngaku jadi apa aja. Bisa bikin karakter yg mirip dirinya beneran tapi diubah2 dikit (atau banyak). Bisa bikin karakter yg 180° berbeda dari dirinya. Bisa bikin karakter istri/suami/mantannya. Jangan dianggap serius, yg bagus ya diambil hikmahnya, yg jelek ya dij
Sungguh aneh, suami ke tempat++ tetap bertahan, tapi suami seruangan sama admin cewe bingung. Ga kebalik? Periksa PMS kalau suami pernah ke tempat++. Amit2 kamu ketularan, menderita seumur hidup (atau mati muda), baru suami nikah sama yg lebih fresh. Kasian anakmu.
Itu risiko macarin tulang punggung keluarga. Kalau nggak sanggup ya mending cari yg lain, biar dia bisa cari yg lain juga. Keadaan kayak gitu nggak akan berubah sampai ortunya dan bibinya meninggal. Karena mereka tipe2 yg anggap anak itu investasi. Apalagi kalau pacarmu ini satu2nya yg dibiayain ...
Kalau gitu sis yg harus kuatkan mental dulu. Kalau udah siap mental denger ocehan semua orang baru start nyapih lagi. Kalau masih belum yakin siap mental ya nggak akan sukses. Akan kayak gitu aja terus. Sis nggak kasi, anak nangis, orang ngoceh, sis kasi lagi. Kalau nggak ya pas anak nangis pi
Nggak, karena waktu seleksi pasangan sudah mencoret tipe2 orang centil pengecut pembohong model gitu.