Ku telusuri jalanan yang bernama rindu Agar ku menemukanmu dalam gelisahku Namun kakiku lecet dan perih menahan pilu Hasratku tak bisa langsung memelukmu
Aku menemukanmu di pegunungan es yang membeku Kau membawa setitik cahaya api berpijar di tanganmu Tersenyum menyapaku meskipun tubuhmu dingin membeku Begitu payah menyebrangi lautan tak berujung Aku yang tertimbun bebatuan di bawah kaki gunung Merengkuh hati penuh cinta dan kasihmu Hingga pesonamu
Ku persembahkan segala dunia milikku padamu Temukan itu di dalam bola mataku Aku selalu senang melihat, menatap, dan tersenyum padamu Bukan, bukan karena aku tak suka banyak berkata Karena mencintaimu penuh kekaguman Menikmati keindahanmu dengan kediamanku Aku selalu menyukai hal apa pun di dalam