Kau adalah wujud dari puisiku sendiri, menari riang riuh gemuruh dalam kata penuh aksara manis. Ah, kau memang manis, Sweetheart. Senyummu selalu saja membuatku tersipu, rasanya ingin menutup wajahku. Namun aku begitu memujamu sehingga enggan melepas mata sedetik saja dari menatapmu. Entahlah, aku
Malam nie hujan mengguyur begitu deras Begitu pun rinduku padamu yang sangat basah Ah, perasaan yang selalu saja terbakar tanpa batas Bagaimana mampu ku redam walaupun selembar kapas? Denting rinai hujan bagaikan musik yang menemaniku dalam sepi Kalau menantimu di penghujung malamku Tak ada kawan h
Rinduku selalu saja tentangmu, Kasih. Tak kah engkau rasakan bagaimana detik demi detik harus terlewati tanpamu? Ah, sungguh begitu menyiksa diri sampai darahku terus mengalir. Andaikan gemuruh hujan tak deras turun ke bumi, mungkin tangisan rinduku begitu terdengar oleh alam. Namun malam nie aku
Hari-hari terlewati begitu saja sampai aku lupa kapan pertama kali menatap matamu yang begitu indah. Sampai-sampai membuatku payah, merelakan seluruh hatiku hanya padamu. Ah, iya, di musim semi di kala tahun itu. Kita bertemu di sebuah jalan menuju rasa yang telah lama tersesat. Sampai akhirnya kau
Persetan orang mengataiku bucin, nyatanya aku memang begitu mencintaimu. Begitu menggilaimu sampai hatiku bertekuk lutut selalu memujamu. Ah, kasih, andaikan bisa kurengkuh bulan dan bintang. Mungkin kan kurimkan berjuta cahaya di dalam ruang cinta milik kita. Hanya untukmu, menghiasi indahnya seny
Hari-hariku penuh rindu Karena nyatanya setiap kali waktu selalu saja tentangmu Bagaimana riangnya canda tawamu Bagaimana debar hatiku tentangmu Ahhh, kasihku wahai sang pemilik hati Sudilah obati gelisah dalam hati Kian lama kian menjerit Memanggil namamu dalam cinta kasih
Detik demi detik denting lonceng berbunyi Menemani hariku mengisi musik di ruang hati Kuikat beberapa helai kain Hingga tak ada jarak tersekat untuk pergi Ada bayang yang tak mampu berucap Ada dentuman yang begitu menggema Sampai akhirnya mata kita saling memuja Berpusat poros mengitari cinta luar
https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201111580466.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201112360498.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201112470966.png
https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201110400650.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201110540421.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201111090420.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201111290387.png
https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201109400957.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201109500091.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201110010620.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201110130119.png
https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201108200805.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201108380455.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201108530181.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201109170637.png
https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201107300804.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201107390468.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201107490436.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201107590496.png
https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201106300860.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201106380898.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201106480457.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201106570033.png https://s.kaskus
https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201105080613.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201105150973.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201105220861.png https://s.kaskus.id/images/2020/11/20/9532339_202011201105300507.png https://s.kaskus
Ribuan bunga bermekaran di setiap sudut taman Merah, kuning, pink, dan semua jenis warna Menyanyi indah sang ilalang tersapu angin Bermandikan terik matahari nan menggetarkan Aku datang membawa sejuta rasa Namun cintaku hanya ada padamu sang penguasa Pemenang segala asa belahan jiwa Memenuhi setia
Tak kah kau ingat, cinta itu begitu indah. Melayangkan jiwa-jiwa penuh hasrat. Berlomba-lomba untuk mendapatkan sebuah kemenangan. Namun semua hilang saat hati telah didapat. Tak kah kau mengingat moment indah ketika berlayar? Kapal pesiar menjelajahi ribuan mil lautan. Melambai-lambi memanggil ji
Puing-puing reruntuhan mengakar paten bumi pertiwi Gemuruh guntur mengkilat sayatan langit Guncangan tanah bergelombang mencabik-cabik alam Semesta bungkam lemah tak berdaya Hilang sudah tak ada nyawa Mati terkubur bersama malam Apalah artinya jiwa dan kehidupan Saat hati terhujam peluru panah-pan
Mendung langit mengalirkan butiran air Tetes demi tetes menghilangkan dahaga Bumi bersimpuh tersenyum bahagia Sorak ramai tunas menumbuh bunga Cinta bersemi menyemai hati insan Untukmu yang tersayang
Malam menjutai bersama akar senja Menari menopang raga di bawah angkasa Menetap jiwa menunggumu tiba Merindukan cinta yang tak pernah nyata Garis tegas senyum bibirmu Meluluhkan hasratku untuk sekedar menjauh Kau yang belum ku kenal secara utuh Mau kah engkau datang menyambutku Sepekan raya t
Jemari manismu menari pada kanvas Mengiringi hentakan kaki berpijak Menyatu jiwa beserta kehidupan Hadirmu mengobati kerinduan Lama tak menyentuh hatimu dengan cinta Memoles wajahmu dengan ketersipuan Tawamu menggema di seluruh ruangan Hatiku terisi kupu-kupu beterbangan Cintamu sungguh memabuka