Begitulah, dia tumbuh tanpa kita tanam. Kita menamakannya LIAR. Ternyata mempunyai manfaat dia diciptakan. Tinggal kita mempelajarinya. Terima kasih.
terima kasih Bu Erina, selalu mendukung dan membantuku. HT ini semoga membooster aku untuk lebih semangat berpartisipasi.
Alhamdulillah, aamiin doanya, dan terima kasih sudah merawat ibu, menyayangi ibu, sepenuh hati. Semoga ibu bahagia di sana. Semoga dipertemukan lagi dalam kasih sayang Allah...
Ceritanya mengalir, enak dibaca. Dan membaca tentang ibundanya, serasa ingin bertemu dan mengenal langsung. Jelas beliau seorang wanita yang hebat.
Benar mbak gustiarny, ibu terasa begitu berarti dan kita sangat kecil. Ditinggal ibu, auto mewek deh.. Terima kasih ππ
Ibu sayang, hanyalah doa yang dapat kami panjatkan, semoga segala amal kebaikan, ibadah, kesabaran dan keikhlasan engkau, dibalas surga oleh Allah swt.
Senang baca tulisan ini. Terlihat sangat tulus dan cinta kepada almarhumah. Semoga dipertemukan kembali di surganya Allah.
Pasti di masa kanak-kanak yaa... Selintas memang mirip. Saat kita menyadari daunnya tidak memberikan reaksi apa-apa saat disentuh, barulah kita mulai mencari duri yang menjadi ciri lainnya. Sedangkan meniran mempunyai butiran biji di bawah daunnya. Begitu tuh, pengalaman saya juga... Terima kasih..
Benar, tak kenal maka tak sayang. Karena ketidaktahuan, kita bisa mengabaikan bahkan membuangnya begitu saja. Tulisan ini, sifatnya memperkenalkan. Tetapi bagaimana teknis penggunaan, harus saya akui saya bukan ahlinya. Diharapkan dengan mengenal, kita bisa menggali lebih dalam dan mengambil tind
Memang benar, tumbuhan ini mudah sekali tumbuhnya. Sering menyertai cabe atau sayuran yang kita tanam. Terima kasih sudah berkomentar.