Pantun 1 Buah cermai rasanya asam Biar asam dimakan habis Pandailah Abang menitip salam Ingatlah cincin di jari manis Pantun 2 Burung elang terbangnya jauh Sampai di pulau tak ingin pulang Siang malam Abang berpeluh Mencari duit tuk Adik sayang Pantun 3 Air telaga airnya bening Air mata jatuh
Kisah ini sudah cukup lama, Gansist. Sudah 14 tahun yang lalu. Mulanya dia meminta nope saya dari sepupu dia, yang adalah teman kerja saya. Terus terang saya tak tertarik, dapat sms dari orang tak dikenal. Apalagi dia juga sudah pulang ke kota asalnya. Pada bulan berikutnya, dia muncul lagi dan b...
Cerita pengalamannya sangat mengharukan. Tentang ketulusan cinta yang terhalang dinding pemisah. Semangat Gan! Pasti ada hikmahnya.
Mungkin kala itu, emang niat pdkt. Krn kurang sreg dg tunangannya. Tapi doi ngga berhasil berpaling padamu. Terjebak pada situasi awal, bertunangan. Pastinya sang tunangan tidak akan melepaskan dirinya (pria tetsebut).
Yang menyatukan dua sahabat, memanglah visi yg sama. SepertiBu Erina dan Mbak Widz visi menebar kebaikan.
Ternyata dari sebuah kisah nyata. Tadinya mengira ini fiksi. Penulis cerpen juga, kalau ngga salah...
Tampaknya, sangat berat untuk menyampaikan perasaan. Mungkin karena sesuatu yang tak nyaman di waktu sebelumnya. Tapi sekarang sudah mendapatkan suami yang terbaik. Semoga samawa. Salken, Sist๐