ah, ini sih ngambil samplingnya ga akurat.... emang metode sampling sih ga bisa nguatin gini aja deh, sampling yang diambil itu diambilnya dari warga jakarta yang apa? apakah ekonomi ke atas, menengah atau bawah? kalau yang ekonomi menengah keatas ya terang aja mereka ga puas masalah transportasi,
aduh, maaf banget.... sampai dengan januari nanti belom bisa update... lama ga diliat ternyata masih ada yang mantau aja nih cerita :matabelo soalnya sedang sibuk ama pengurusan CPNS dikantor nih, mana akhir taun lagi, laporan kegiatan juga kudu beres... januari baru bisa di update lagi kalau ada y
Story Ninety Four – Lagu ini lagu lama Bila anda terluka oleh cinta, maka percayalah, hanya dua obatnya, waktu atau asmara yang baru. Saya memilih untuk pilihan kedua, asmara yang baru. Mencarinya tidaklah sulit kawan, dunia maya adalah pilihan apabila anda mencari cinta instan. Yang harus and
Story Ninety Three – Makan Siang Sepulangnya Desanty dan Ulfiana dari warnet, saya melanjutkan aktifitas saya. Membuka kembali friendster Ve_Cha, dalam hati saya menyusun kalimat, bagaimana cara agar bisa menyatukan lagi hubungan ini. Putus dengan Ve dapat saya ibaratkan saya ini bagai ikan yang
Story Ninety Two – Intermezo “arham, apa kabar lw? Seminggu ga ketemu ama lw, kayaknya lw makin gendut ya?” Desanty berkicau riang “eh, ada Desanty. Kabar gw bae de, masa sih gw gendutan?” saya bertanya sambil melihat perut saya yang rata, kawan saya beritahukan lagi, saat cerita ini dib
Story Ninety One – Titik Balik Kawan, saya beritahukan satu hal kepada saudara sekalian, walaupun wajah saya katakanlah serupa arca Rahwana, keras nan beringas, namun hati saya kawan, hati saya ini semacam bejana kaca rapuhnya, bila terjatuh tak sempat ia untuk retak, melainkan lebur belaka. M
akhirnya.... Ve tersadarkan dari segala kekhilafannya :ngakak :marah :marah :marah cengeng :thumbdown: hohohoho tapi gpp lah, itu masih ada desi, desantri, dara sama dave :najis bukan cengeng, namanya juga sakit hati kenapa Dave dibawa-bawa??? :marah :marah :marah kok ane kaga sedih ya ente p
Story Ninety – Hujan Setetes Malam menjelang. Sembari mengistirahatkan kaki-kaki saya yang pegalnya bukan buatan, saya menziarahi lama friendster saya, sebab seharian ini, sehubungan dengan pekerjaan yang dihibahkan, membuat saya tidak sempat untuk menjenguk friendster barang sekejappun. Masih
Story Eighty Nine – Siapa yang bisa? Hari itu, kami benar-benar difungsikan secara baik dan benar oleh pembimbing kami. Sepanjang hari tugas dan pekerjaan tidak henti menghampiri, mulai dari memperhatikan kameramen mencuri gambar, sampai belajar mengoperasikan teleprompter. “video ini harus d
Story Eighty Eight – Berbincang Sejenak, Tergoda Sehari Malam itu saya sulit tertidur, mata ini, diajak terpejam dia berontak, memicing saja maunya, sedang raga saya, tak usah ditanya, membangkang saja dia terhadap saya. Dilentangkan, tidak nyaman, berguling kekiri, tidak suka, menghadap kekanan,
Story Eighty Seven – Malam berlangit kelam Usai mengagumi Dara, kami beranjak menuju ketempat mulia nan bersahaja, warteg. Sungguh pemilik warteg itu ibarat orang suci saja, menjual makanan murah betul, apapun lauknya tak melewati kisaran sepuluh ribu rupiah belaka. Jadi untuk anak-anak kosan ser
parah :capedes ini lagi, lebih sakit lagi nanyanya... amin,,, kampreeettttt :marah :marah :marah mana ada brengsek beriman :nohope emang orangnya bae sih,,, janganlah, uda merit dia :ngakak itu... itu... bingung jawabnya bagi cendol om :ngakak terima kasih apresiasinya gan iya nih libur...
ane juga kalo bukan barca ane males nonton bola... ga tau deh munchen yang sekarang ya.... yang jelas permainan barca atraktif banget, bikin melek, kalo yang lain ane malah tidur pas nontonnya :ngakak ane suka bola sejak ane nonton barca yang ada ronaldinhonya, kalo yang dibilang banyak akting sih
Story Eighty Six – Dara Duar duar duar Pintu kamar saya diketuk secara kurang ajar dan tidak berkesopanan dari luar. Saya berang, sembari mengambil sebatang balok yang kebetulan belum sempat dibereskan oleh si empunya kos, saya buka pintu. Fajar dan Dion tengah didepan pintu kamar saya, “n
Story Eighty Five – Tante Setelah berpamitan kepada Hunt dan mengutarakan rasa penyesalan saya yang sedalam-dalamnya sebab saya sudah tidak dapat lagi bekerja bersama dia, saya pun mempersiapkan diri untuk menghadapi kegiatan magang. “baik-baik disana ya nak” petuah Umi saat saya hendak be
Story Eighty Four – Pustekkom Diklat Saya, bersama dua orang teman saya yang bernama Fajar dan Dion mendapat kesempatan magang di Pustekkom Diknas. Hal pertama yang kami lakukan adalah; mencari tempat kosan. Karena sungguhpun Ciputat dan Bogor bukanlah terpisah lautan terhalang perbukitan, namun
Story Eighty Three – Berbincang Sejenak Masa kuliah tak kurang tak lebih hanya tinggal satu tahun belaka. Sudah tiba saat bagi kami para mahasiswa tingkat akhir untuk mencari tempat magang, guna meningkatkan ilmu dan menambah wawasan serta pengalaman kami di dunia kerja. Maka saya dan seluruh ma
Story Eighty Two – Dilema (ah, jadi serupa lagu Chery Belle saja) Genap satu purnama saya menjalani cerita indah bersama Ve. Hidup untuk saya belum pernah bisa lebih menggembirakan dari pada saat ini, Ve memang terlalu indah untuk saya namun Tuhan sudah bikin jalan cerita sekarang ia milik saya.