saya juga sempat menilik webnya. yang menarik dia .co.id ada alamat dan dewan redaksi. nama penulis disembunyikan di artikel, tapi penulis wajib memberikan data diri lengkap ke redaksi. Apa buat kasak kusuk wartawan ya? hehehe pikiran ala konspirasi mungkin para ahli jurnalistik bisa menambahkan?
atau mungkin kuat2.. heran saya sama yg pada jualan pinggir jalan itu... sekarang ini sudah ramai sekali bahkan seperti pasar malam. rasa-rasanya kok tidak mungkin tidak ada yang kena kalau sudah ramai seperti itu, maksud saya tidak mungkin rasanya tidak ada penyebaran di sana. Anehnya kok teta
sabodo teing lah kalau kata orang2.. kerja kerja sendiri. hasil dimakan sendiri. terserah yg di atas sana mau ngomong apa aja
mungkin seragamnya sulit mengikuti pertumbuhan tubuh. jaman smp kan lagi puncak2nya pertumbuhan. bisa jadi celana kelas 1 masih dipake sampai kelas 3 hehehe. belum lagi jaman dulu blm kenal k-culture. semua apa adanya, ga ada cowok bermakeup. ditambah expose kulit ke matahari, makin cepat tua tuh
Batalnya karena keekspose publik. saya ga tahu kronologinya kalau ternyata setelah mulai rame trus PSI baru bilang ga setuju dengan rencana itu, padahal saat di dalam diam saja. itu ya sama aja.. ya wes golput aja, toh mereka ga bikin usaha kita makin mudah
yang begini harus diapresiasi.. terlepas ada yg bilang pansos atau apapun lah.. biar justru yg viral yg baik2 daripada viral soal tawuran, mabok, sex bebas, atau malah prank tak berguna.. mending yang ini diviralkan biar ditiru.