jangan melihat dan menilai seseorang dari rasnya. tanya apa yang dia berikan untuk sesamanya :cendols
tampang metal hati Rinto :ngakaks tapi jangan salah persepsi dulu gan. mungkin beliau benar2 terharu mendengar cerita adik ini. juga jangan sepelekan kondisi psikologis beliau yang mau/sudah lengser keprabon. perasaannya pasti campur aduk, jauh dari kekuasaan. sotoy ya gue :ngakaks:
di kaskus juga banyak gan, cuma rata2 obat pembesar anu :ngakak inget masa kecil gan, sering banget ketemu kalo di pasar. kalo masih dijumpai sekarang di tengah zaman modern ini, itu kesempatan langka. rata2 orang lebih memilih pengobatan modern atau obat2an pabrik yang banyak tersedia di mana saja
Kamu Mungkin Tidak tau Menjadi Aku Seperti Apa ? Karena yang Kamu tau, Aku Terlalu Mencintaimu. Terlalu Banyak Ruang di Sisiku Untukmu. Kamu tau Aku Tersiksa. Aku Tidak Bisa Membiarkan Begitu Saja atau Bahkan Membuang Cintaku ke Tempat Sampah. Aku yang Terlalu Memujamu Sehingga aku Menutup Logika,
Saya rasa korelasinya ngga selalu antara minat baca dengan tenggelamnya karya sastra klasik... Bener yang dibilang Bima2bima, setiap jaman punya ciri masing masing. Jelas ngga bisa memaksakan orang lain untuk membaca karya karya sastra yang gaya bahasanya cukup berat, sulit dipahami, sayapun kalo
setuju, gan. kita harus akui bahwa minat membaca novel ikut dipengaruhi oleh tren dan gimmick penerbit juga. jadi memang tidak mengherankan jika orang membaca novel/karya sastra dipengaruhi oleh faktor eksternal, bukan karena pingin membaca karya tsb, tapi karena tren dan jika agan tidak ikut aru...
5cm? itu mah cuma bikin geli :hammers tapi yang ane paling suka itu "Robohnya Surau Kami" karya AA Navis dan "Ziarah" karya Iwan Simatupang yang terakhir itu paling berkesan buat ane, walaupun bukan buku best seller. tapi bagi orang yang suka gaya bahasa "non-mainstream&qu
Ane juga udah lama baca "Da Vinci Code" sama "Angels and Demons". tapi yang lain pernah baca, tapi tidak begitu menarik ya. apalagi setelah dua novel di atas difilmkan. kok malah lebih menarik novelnya, seolah kita diberi ruang untuk membayangkan peristiwa dan berimajinasi ten...
indonesia mau kayak begitu sih bisa aja asal bangun stasiun jangan di atas gan, tapi di bawah tanah. apalagi rata2 infrastruktur kita warisan kolonial. kalo mau buat infrastruktur baru memang ngga efisien. dan rata2 negara yang bisa begitu, bangun infrastruktur belum lama. paling tua adalah metro d
sama gan sama warren buffet, ane weekend main gitar. cuma beda nasib aja gan kita, yang sono kaya, yang sini melorot :hammer:
waduh cocok tuh gan dimasak buat makan malam para koruptor atau anggota dHewan yang belum move on :najiss