Siklus kebodohan bani micin takfiri terkutuk !! 1. " Kami siap mati bela agama " 2. " Bunuh! Darahnya halal! " 3. Bom meledak..... duarrrr !!! 4. " Itu bukan kami! Rekayasa, pengalihan isu! " 5. Polisi menemukan komplotan teroris dan terjadi baku tembak... 6. &quo
Di tv juga udah ada penyusupnya, liat aja tayangan trans skg ky apa Tayangan apa saja, gan? Ane sudah gak pernah nonton trans soalnya. Jadi gak tau perkembangannya.
Dugaan saya, ustad2 radikal memanfaatkan sifat masyarakat desa di Temanggung yg pada umumnya lugu, dan mudah menerima orang luar. Keluguan dan sikap "ewuh-pekewuh" ini yg diolah oleh radikalis2 utk proses cuci otak. Liat saja, ormas FPI bisa berdiri dengan mudah disitu. Bahkan FPI caba...
Selain bertemu dengan 72bidadari di surga setiap tetes darah yg keluar akan membasuh dosanya selama di dunia hingga kembali suci layaknya bayi baru lahir :ngakaks
Tega-teganya gerombolan Wowo membodohi umatnya sendiri.... Lah, dubes Palestina sendiri yg niatnya dibela, malah logis pemikirannya.
Deklarasi itu sebatas hitam diatas putih. Prakteknya di lapangan bisa jauh berbeda. Tapi it's okay, bolehlah dicoba dulu, walaupun ane agak pesimis.
Kadang orang-orang yg sudah kena tular ideologi ekstrimisme, tidak sadar, dari ucapannya bisa terdeteksi bahwa dia tergolong radikal walaupun baru sebatas pikiran.
Biasanya ane berseberangan dgn Nasbung, tapi entah kenapa, soal ustad Maheer ini, ane malah mendukung supaya dia dinaikkan pamornya, dipromosikan. Mungkin memang sudah begini jalan yg harus ditempuh umat muslim. Harus ada 2 pihak yg berseberangan supaya menyadarkan, bahwa dalam Islam sendiri ada ...
Buya Syafii Maarif sebetulnya orang yg cocok jadi panutan muslim. Tapi apa mau dikata, menurut Nasbunger Islam sejati justru yg tipikal Bibib Rizieq.
Temanggung sebetulnya daerah di kaki gunung Sumbing yang (dulunya) relatif tenang. Penduduknya sangat tepo-sliro, toleran. Tapi sejak ustad2 lulusan timteng masuk kesana, perubahan banyak terjadi. Ane pernah tinggal disana thn 90'an. Saat tahun lalu mampir kesana, banyak kondisi yg bikin ane terper
Lucu juga, kemarin baru denger wawancara Mahathir di TV. dan dalam wawancara, ucapan sudah tidak jelas, bicara agak kurang lancar. Maklum usia 92 tahun. Yang jadi pertanyaan di benak saya, apakah secara kesehatan dan kemampuan masih layak memimpin di usia segitu? Kalau raja, it's okay, karena di
Jaman sudah berubah. Makanya harus selalu antisipasi terhadap perubahan. Bukan hanya toko konvensional yg kena dampaknya. Ojek pangkalan, pedagang pinggir jalan, warung tradisional, jasa pengiriman tradisional, job market, perbankan, ticketing, pembayaran toll gate, jasa travel, taxi konvensional,
Dulu Prabowo dipecat dari militer, kok Kivlan diem aja? Malah sampai kabur segala, ke Jordania. :ngakaks
Makanya kalau piara kader yang agak pinter dikit. Lah ini partai, kadernya sendiri malah sering dibodohi pakai isu agama. :ngakaks