Hidup tak usah diratapi karena ujian adalah kemestian. Berusaha saja. Berjuang menaklukkan berbagai halangan yang memberi jarak mimpi-mimpi dan dirimu.
Ingin kuhapus kabut yang luruh di wajahmu. Sampai tak bersisa kembang bermekaran. Sampai berpulang si burung pengembara.
Tak akan kau temukan aku terkapar sebab kekalahan serupa api bagiku yang membakar belukar di tiap jalan.
Sebagian muslimah sering terkungkung dengan perkara pantas atau tidak pantas. Padahal jika masih wajar dan bukan hal-hal yang dilarang Allah, tidak berlawanan dengan norma umum di masyarakat, kenapa harus pusing dengan tanggapan pantas atau tidak di mata orang?.
Cinta ada melalui serangkaian proses: perkenalan, adaptasi, kesamaan selera, kebersamaan melewati berbagai ujian, yang kesemuanya mensyaratkan tahapan dan waktu.
Ya Rabb, mohon izinkan hamba untuk selalu mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian, betapapun kesedihan membenamkan.
Harapan telah membatu sebab entah kemana cinta berlabuh. Cinta apa yang kau tawarkan? Yang berakhir pada duka? Atau yang bermuara di kedalaman jiwa? Selamat datang luka.
Jangan arahkan sudut pandangmu pada sesuatu yang belum tentu bisa kau lihat. Itu hanya akan melemparkanmu pada keterasingan dimana rasa syukur sering hanya sebatas ujung lidah.
Maafkan jika senyumku tersembunyi dibalik air mata dan kata-kata mesra menjadi tanpa daya karena terperangkap dalam prasangka.
Sebab memberikan harapan kepada seorang gadis, sebelum tahu persis apa yang diinginkannya adalah sebuah kejahatan.
Di antara rembulan yang tersembunyi dalam gelap dan gemerisik angin yang datang dari kejauhan kemana akan kubisikkan cinta?