wah tumben banyak pengunjung... jaman sekarang gak ada lagi jaarboek, kalau dulu (maksudnya tahun 80-90-an) tiap acara dies dibagikan buku tipis, isinya pidato rektor & statistik jumlah lulusan dr tahun ke tahun sejak 1924-sekarang. kalau bicara laporan detil & angka2, memang kita mesti angkat t...
tujuan pendidikan yg utama adalah mencerdaskan kehidupan bangsa... bekerja di manapun mereka, cuma salah satu tujuan lain... banyak yg lari keluar negeri krn perusahan domestik "kurang menghargai" sarjana baru... gajinya setara (bahkan di bawah tukang - 75000 x 30 hari), padahal mungki...
sepertinya dunia "pencarian informasi" itu tdk spt yg kita lihat di film2 gann... jaman gw dulu, seorang teman pernah cerita bhw dia memiliki "buku putih perjuangan mhs itb", & buku2 terlarang lainnya (waktu itu). Maklum saja dia anaknya org yg bekerja dlm bidang *itu*... tdk...
"ga pinter2 amat" berbeda dengan "ga pinter"... yg dimaksud berkemampuan pas2an... lolos tapi nilainya dekat passing grade... jaman sy kuliah, sekitar 10% akan terbantai di tingkat 1, 10% akan terbantai secara perlahan di tingkat2 selanjutnya + masalah lain spt keluarga, eko...
ya kurang lebih begitulah tujuan idealnya "SWASTA"... sisanya sih spt komennya temen gw ketika selesai jd panitia OS himpunan yg membuat capek... "asiikkkk taun depan kita jadi swasta"...:najis waktu itu panitia resmi OS adl mhs tkt 3 (yg akan naik ke tkt 4)... hehe... jadi s...
itulah salah satu sejarah kelam ITB, mungkin bagi generasi sekarang tdk pernah terbayangkan cerita tersebut.... rombongan mahasiswa me"razia" ruang2 kuliah & mengambil paksa "saudara2"nya itu & mengumpulkannya di aula barat (versi lain : lapangan basket). naasnya lagi rata2 m...
setuju gan anak macan, kalau tiap hari diajarinnya maling daging tetangga, ya jadinya macan garong...:ngakak kalau tiap mau ujian, kasak kusuk cari bocoran, nyogok petugas TU, deketin dosen, ya nantinya jadi insinyur yg "ahli ngelobi".... atau makelar proyek...
atas ane... bener2 anda layak dapat bintang... ada pada tempat yg tepat & waktu yg tepat... mantap gan
wowww.. selamat yaa buat jong civiel-ingenieur.... selamat memasuki hiruk pikuk pertekniksipilan di dunia nyata
sarjana s1 memang bukan untuk siap pakai tapi siap latih, makanya di perusahaan2 (besar) selalu ada masa pelatihan buat fresh grad. cerita ts perlu digali lagi, ini perusahaan kecil atau besar... ini rekruiter lulusan mana sih, gak bisa bedain lulusan s1, d3 & smk... masa mereka mesti disamakan...
sukur2 ada yg mau mendigitalisasi buku2 tsb dlm bentuk pdf... itu harta karun bagi pecinta sejarah dr sumber yg paling valid bukan sekedar "katanya"...
yg pertama, semua angkatan boleh masuk ke GSG - bukan cuma anak TPB, tapi masalahnya anak2 tahun kedua yg masih sangar2 & kepala masih botak2 krn baru selesai OS itu "kebanyakan energi", mereka berkumpul di sekitar TVST sambil menyiapkan "amunisi" yg berbau "amoniak"...
OHU yg pameran UKM ya... iya sih dulu namanya bukan itu... jaman sy kuliah dulu, ada paket kegiatan yg harus dilewati supaya bisa disebut "aktivis"... baru masuk ada "TPB Games" - pertandingan antar jurusan di TPB, persiapan teknis relatif ringan, cuma upacara pembukaan, upac...
jangan direncanakan gan... langsung aja tuliskan disini, kalau bisa malah ajak si mbah2 itu nulis di sini, pake klonengan aja siapa tau mereka jaim atau punya alasan politis atau lainnya... justru itu tujuan semula trit ini dibuat
gak apa2... publish aja... transparansi itu awal dari kemajuan... "jangan kau simpan bangkai, karena baunya nanti akan tercium juga"
menjadi pejabat universitas negeri itu unik... dia menjalani dua fungsi, "bapaknya" mahasiswa dalam arti sbg pengajar & pembimbing yg harus mendasarinya dgn kebebasan akademik, disisi lain dia sebagai "anaknya" pemerintah yaitu kemdikbud yg harus menjalankan peran sbg birokra...
mari kita tunggu bagaimana reaksi anak2 depok setelah diguyur fasilitas & kenyamanan yg diberikan selama ini, masih adakah sisa2 militansi? daya tekan?