Teriknya sang dewa kelam menjadi sebuah penyangga Sang tabir melindungi kita dari kebenaran Sang singgasana hitam menjemput kita, menanti mangsanya yang sudah terjerat datang Terlepas dari kesadaran akan dosa, kita bertautan dalam gugur Menanti waktu pengadilan Sampai akhirnya kita mati, dalam kob
Apapun, itu untukmu.. Namun kiranya aku juga perlu mengerti Keputusan yang tepat untukku. MENYERAH dan TERSADAR, itu berbeda Lalu bagaimana aku mengartikannya...? Dimanakah ada jawab pastinya...? Akankah kutemukan pada kedalaman tatapmu...? Aku ingin tersadar Tapi tajam pandangmu melenakanku L
Tunduk pada keadaan dan waktu yang mengecoh sampai yang tepat jadi tak nampak, untuk itu lihat lebih dalam lagi malem jg mbag kabar baik :) mbag gmn ? Mencari yang tak nampak dalam terang sekalipun Menyimak yang tak terdengar dalam hingar bingar Samar-samar... Sesaat ingin kugapai semua Sebelum
Kilaumu cukup indah Bisa membuat pelangi cemburu Kecupanmu membius Obat penenang takkan bisa menyainginya Pelukanmu hangat dan halus Mentari pasti akan tergoda Kamu, ya kamu....cukuplah untukku Biarlah yang lain membenciku karena memilikimu.. :D XFA Senja Jinggapun merona Dari putik-putik bung
hey dikau mengapa engkau begitu indah seindah cakrawala yang membentang bahkan pelangipun iri padamu aku mulai memujamu memujamu dengan diam-diam paras wajahmu bagai berlian sikapmu sehalus benang sutra engkau tau akan cahayaku cahaya yg diikat oleh ketulusan semurni seperti dirimu tanpa ada keb
Hamparan bunga mawar terdampar di depanku Aku menari dalam indahnya sosok itu Kembali dengan lumuran cairan merah pekat, senada dengan warna bunga itu Teriknya sang surya kuabaikan, tetap berlari melawan gravitasi Sampul ini masih terpasang rapih Menutupi sekuntum yang mulai melayu Menerjang deru o
aku tak pernah meragukanmu tak sedikitpun, tak terlintas samasekali riung ini, aku disini, diantara bebatuan purba mencari angin yang mengantarku kembali, membawaku menujumu, membawakan hembusan batang perdu sebentar lagi, ketika langit mulai jingga akan ada aku yang berlarian, ke arah tempat du
Siang, June Afternoon...:rain: dah bulan Juni lagi, bentar lagi juga sore...:D ni trit dilahirkan lagi, tapi nggak pernah didatengi...:) kemana gerangan TS-nya pergi...:think: ========================================================= Terkadang aku ingin seperti rumput Sekencang apapun angin bertiup
Tetap saja aku mau disebut dewasa Walau kenyataannya Aku merindumu membabibuta...:malus :) malem, Ang....:o lama banget tritnya nggak dikunjungi..., sibuk banget ya...?
Tak usah yang setahun lalu Yang kemarin saja Aku ingin tahu Benarkah aku ada...? Bila mentari t'lah enggan memberi cahaya Beri saja aku satu jeda Agar bisa kutatap mendung Dan mengenang hangatnya :) malem, Wen...:) kemana aja, rumahnya nggak pernah di tengok'in...:)
Bila malam enggan menghadirkan gemintang Akan kuhias langitku Dengan ribuan kerlip bintang dari tatapmu
Masih...? Tentu, hingga nanti Waktu menyisih Atau tersisih Masih... Akan sama seperti adanya Entah suka Atau luka Masih... Bertahan Atau tertahan Kenyataan tak terbantahkan Tidakkah aku masih Di sini...? :) malem, agan yang sibuk..., tritnya tenggelam nih...:)
ada kaskuser suka ngumpulin bata batanya berderet panjang sekali para penghuni pergi kemana :think: rumah pantunnya tenggelam lagi...:)
Bila jarak membentang Berkuasa jadi penghalang Biarkan garis samar senyummu membayang Itu cukup menepikan gamang...:rose: :) malem Bee..., apa kabar...?
Aku mengajak detik waktu berkhianat Sebentar saja Asal cukup aku bisa mengerti Rasa Yang kau sembunyikan dengan sempurna :) malem, Imux...cc mampir...:malus
Original Posted By chichi.cute ► Datanglah kemari bila kau terganggu sunyi... Disini kita bisa berbagi... Mari kita buang semua sepi... Ganti dengan saling peduli... Aku tak punya intan pertama... Juga tak punya perhiasan dunia... Aku cuma punya cinta... Yang kan kubagi untuk semua... Untukmu j
waktu tak kan pernah bicara tiap detiknya adalah suku kata menitnya bagai bait seriosa tak mungkin dapat direkayasa dan takkan mampu menerka-nerka biarlah apa adanya seperti kita, sederhana tapi bahagia dalam cinta hai chi, masih aja thread ini, lnggeng jaya emg hehe Seperti kita Membuat kesepa
meradang ini tak pernah kuduga tak pernah ku kira akhirnya dia tiba menjemputmu... harus apa? bagaimana? pasrah? iklash? lelah... Hening menderu di pucuk keluh Wajah sunyi setengah tengadah Entah asa atau hampa Tertangkap redup tatapnya Semesta bertambah beku Detak waktu lama terhenti Hingga t
Sang pujangga kehilangan kata Yang sirna karena dia Dia yang dicinta sang pujangga Yang membuat sang pujangga bahagia Dan juga membuat merana Kini Sang pujangga mulai berkata lagi Karna terbiasa ditemani sepi Dan sudah lelah menelan hampa Sang pujangga tak lagi sendiri Ditemani kata yang sempat ma
kaulah calon ibu dari anak anakku kaulah calon menantu dari mertuamu kaulah calon istriku maukah kau menemaniku hingga akhir hayatku ''doain ane ya agan sist biar harapan nd pilihan ane terkabul...amin'' mavv ye sist jd curhat heheheh Ucapkanlah kesanggupamu Biar semesta jadi saksinya Dan akan k